JAGA 25 TAHUN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA, BUPATI AMBIL KEPUTUSAN UNTUK JEMPUT GOLIAT TABUNI

0

Mulia – Kerukunan Umat beragama di Kabupaten Puncak Jaya telah terjaga sejak tahun 1973 (25 Tahun) yakni berdirinya Mushalla Al Mujahidin Mulia yang diterima oleh segenap masyarakat yang saat ini masih menjadi Distrik dibawah Daerah Administratif Paniai. Guna menjaga suasana kondusif ditengah keberagaman Bupati Puncak Jaya, Drs Henok Ibo, , Kabinda Papua Kol Inf. Handy Geniardi, Wakil Ketua II DPRD Kab. Puncak Jaya Mendi Wonerengga, Kapolres Puncak Jaya AKBP Drs. Marselis Sarimin, Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Bayu Sudarmanto, Ketua LMA Anep Murib, Tua –tua Adat, Tua – tua gereja, tokoh Pemuda dan masyarakat hadir memenuhi Aula Sasana Kawonak (29/7) mengadakan Rapat Koordinasi Keamanan dan penandatanganan surat sikap pasca kejadian Tolikara.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pasca kejadian tolikara banyak terjadi insiden diluar tanah papua sebagai eskalasi kerusuhan saat Hari Raya Idul Fitri di Kab. Tolikara beberapa pecan lalu. Dalam sambutannya Bupati Henok Ibo menegasakan bahwa kegiatan ini adalah inisiatif Bupati, bukan karena ada perintah dari Pemerintah Pusat atau Provinsi.” H. Abdul Azis masuk 1973 di Mulia telah lama berbaur di Mulia dan anaknya 3 orang lahir disini 2 orang yang jadi pilot dan dokter, masyarakat terima baik dan sampai hari ini tidak pernah ada keributan” tegas Henok.

“Semua suku bangsa ada di sini, baik di lingkungan kantor PNS maupun profesi lain seperti tukang, pedagang, pengusaha datang dari Aceh, jawa, Kalimantan, Sulawesi dan seluruh Indonesia sudah lama berbaur.” Ujar Henok.

Ditengah sambutan Bupati, Henok Ibo menekankan kepada semua elemen masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Pusat untuk bersama – sama tokoh masyarakat menjemput Goliat Tabuni untuk turun. “Daerah ini selalu jatuh di mata public, di Media Televisi Puncak Jaya terkenal dengan konflik dan peperangan, namun tahun ini tahun kebangkitan kita harus maju satu langkah sebelum 17 agustus 2015 kita harus naik ke tingginambut tidak bawa senjata turun Goliat Tabuni ajak turun untuk membangun bersama.” Tegas Ibo.

Menindaklanjuti rencana tersebut Bupati mengajak DPRD dan muspida serta memerintahkan Wakil Bupati bersama jajaran untuk membentuk Tim bersama. Disamping itu Bupati meminta kepada Kapolres dan Dandim 1714/PJ untuk melaporkan kepada Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih. “Persoalan lain sudah selesai, persoalan Goliat juga sebelum Hut RI ke 70 harus sudah selesai, jangan sampai ada duri dalam Negara ini. Hari ini kita harus ambil keputusan” tegas Ibo

Ditengah acara diadakan penandatanganan Surat Pernyataan sikap yang memuat 5 poin penting yakni : 1. Masyarakat Kab. Puncak Jaya baik Nasrani maupun Muslim menyatakan bahwa kejadian di Tolikara adalah tindakan yang menodai toleransi kerukunan umat beragama di Indonesia, 2. Mengimbau kepada pihak terkait dengan konflik di Tolikara agar menahan diri dan tidak terprovokasi paska kejadian Tolikara, 3. Tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama, 4. Mengimgau kepada masyarakat agar tidak semena – mena dan main hakim sendiri terhadap segala pelanggaran hokum dan menyerahkan proses hukum kepada aparat serta mendukung pembangunan, 5. Tetap menjaga keamanan, tali persaudaraan dan koordinasi antar umat beragama dengan harmonis dan dinamis.

Bupati menambahkan bahwa dalam kepemimpinannya sangat menjaga ketersediaan pangan di Puncak Jaya. Hal tersebut ditandai dengan dibentuknya tim untuk membawa bantuan kemanusiaan ke kuyawage. “Bapa telah perintahkan pagi ini 2 dokter dan 3 perawat, bawa beras 5 ton, supermi 200 karton, bahan makanan dan obat – obatan untuk bantu bencana kekeringan di kuyawage turun disinak pake pesawat trigana”. Jelas Ibo.

Surat pernyataan ditandatangani Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt Dainus Game, S.Th, Ketua BKM Almujahidin Mulia H. Abdul Azis, Pimp. GKI Bethel Mulia Pdt. Fera Aibini, S.Th, Perwakilan Pimp. GPDI Sion , Bp. Suruan, Pimp. Gereja Kemah Injil Maranatha Pdt, Ludia Ludi, S.Th, dan disaksikan dan diketahui oleh Bupati, Wakil Ketua II DPRD, Kapolres dan Dandim 1714/ PJ. Penandatangan disaksikan dan juga ikut bertandatangan yakni 17 perwakilan Pimpinan Jemaat baik Muslim dan Nasrani, tokoh adat, tokoh pemuda, IKBM, PKJSM, IKT, IKEMAL, dan pejabat pemda yang berwenang.

“Kemurahan Tuhan, Pemerintah terlalu baik, Tahun 1995 saya Kabag Tata Pemerintahan saat itu, Puncak Jaya tidak ada nama dalam pemekaran kabupaten. Berkat doa orang – orang tua, pendeta gembala saat itu Kabupaten Puncak Jaya Tuhan munculkan dari belakang dan tidak ada yang pernah berpikir kita semua bisa ada bekerja dan melayani di tempat ini kita jaga kepercayaan dan tunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa kami semua siap menjaga kemanan di Puncak Jaya” tegas Ibo.

Share.

About Author

Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply