Tolak Jadi Ruang Isolasi, Guru dan warga Palang SD Inpres Mulia

0

Mulia_Tim Gugus percepatan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Puncak Jaya bersama Dinas pendidikan & kebudayaan kabupaten puncak berencana menggunakan Gedung SD Inpres Mulia sebagai tempat pemeriksaan dan sebagai ruang isolasi orang dalam pengawasan (ODP) jika nanti penampungan utama mengalami over kapasitas. Keputusan tersebut disampaikan dan diputuskan saat rapat bersama Pihak pemda para pihak sekolah senin lalu di SD tersebut(4/5).

Keputusan tersebut menuai protes keras yang berujung pemalangan gedung SD Inpres Pruleme keesokannya. Tidak terima dengan keputusan tersebut sejumlah warga melakukan pemalangan yang ditakutkan penyakit Covid-19 akan menular ke warga. Sejumlah aparat terpaksa membuka blokade tersebut tadi pagi, selasa,(5/5).

Balok besar dilingkari rantai dan beberapa alang – alang nampak menutupi gerbang masuk SD Inpres sebelum dibuka paksa petugas dari Satpol PP dan Aparat Polres Puncak Jaya dan mengumpulkan warga untuk musyawarah.

Salah satu guru Once Kayame, mewakili warga menyampaikan bahwa “Kami sebagai guru yang tinggal di lingkungan sekolah ini sangat tidak setuju apa bila gedung sekolah ini digunakan untuk mengisolasikan orang dalam pengawasan. Kami disini sangat takut dan tidak mau terkena wabah covid-19 melalui ODP yang nantinya di isolasikan disini. Bagaimana kalau menular lewat hewan dan menular ke kami” Jelas Once.

Warga setempat berharap agar pemda bisa mencari solusi gedung lain yang saat ini mungkin tidak dipakai dan jauh dari pemukiman padat penduduk.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas P&K kabupaten Puncak Jaya, Kunday Manggaprow menyampaikan “sebagaimana dari hasil pertemuan kemarin antara Plh. Sekda bersama kepala sekolah dan ada beberapa guru sepakat penggunaan gedung sekolah ini agar dapat di gunakan untuk ruang isolasi, nantinya. Namun dari keputusan tersebut masih ada beberapa guru yang belum terima baik. Yang saya sesali adalah, kenapa sampai para guru yang notabene aparatur bersama warga bisa terprovokasi dan bertindak arogan dengan melakukan tindakan yang tidak sepatutnya yaitu pemalangan ini.” Beber Manggaprouw.

Dirinya berpendapat, jika ada yang tidak setuju bisa dibicarakan baik – baik dengan Dinas, serta jika butuh sosialisasi sendiri mulai dari pimpinan baik itu kepala Dinas bersama kepala sekolah bersama para guru dan warga akan difasilitasi.”Terangnya

Manggaprouw lebih jauh menyebutkan bahwa “Untuk alasan para guru yang lain tidak mengetahui hal ini sangatlah tidak mungkin sebab dimana saat sebelum dibuat keputusan ini ada 2 Sekolah lain yang setuju untuk siap dipakai gedungnya yaitu (SD Negeri dan SMAN 1 Mulia).

Namun kebijakan dari pemda yaitu SD Inpres Mulia menurutnya cuma persoalan pemberian pemahaman dan penjelasan pihak sekolah sendiri kepada tenaga pendidik yang bermukim dikompleks dan warga sekitar yang berujung pemalangan.

Kapolres puncak jaya AKBP Drs.Mikael Suradal yang ikut menengahi menjelaskan bahwa “Melihat ini ada kesalahan komunikasi, saya sependapat dengan sekretaris dan para guru juga ada benarnya, namun saat ini kita harus sependapat satu pemikiran untuk bisa memerangi virus ini. Saat ini jumlah ODP di kabupaten puncak jaya ini sudah 100 lebih ODP, menyikapi ini harus mengambil langkah – langkah strategis salahsatunya bisa mencari gedung yang kosong dan jauh dari penduduk. Kita harus dukung keputusan itu” .Tutupnya

Menimpali penjelasan, salah sorang warga berharap kepada Pemda agar bisa mencari gedung yang lain, dan apabila gedung sekolah ini mau digunakan untuk sementara. Mereka berharap supaya ada sosialisasi terlebih dahulu tentang covid-19 dan penularannya kepada warga yang ada di sekitar lingkungan ini supaya tidak takut akan wabah covid-19 ini ungkapnya.

Selepas Rapat, sekretaris P&K menjelaskan bahwa “Pemalangan terjadi karena kurang adanya komunikasi antara pihak sekolah dan Dinas terkait juga Tim Gugus sehingga ada terjadi beberapa kesalahpahaman. Hasilnya setelah kita duduk bersama hal ini dapat diterima oleh bapak/ibu guru dan sementara ini hanya sebagai salah satu gedung yang dipakai dan apa bila kedepan masih ada gedung yang layak dipakai dan jauh dari pemukiman rakyat kami akan mengusulkan kepada gugus tugas untuk gunakan tempat yang lebih aman dan jauh dari penduduk”.Tutup Manggaprow.

Kapolres menambahkan “Aksi pemalangan ini adalah sebagai dampak belum maksimalnya komunikasi rencana peruntukan gedung sekolah ini untuk ruang isolasi para ODP dikabupaten puncak jaya. Sebagai kapolres puncak jaya saya memahami cara yang disampaikan itu sebagai keresahan dan kekuatiran belum optimalnya sosialisasi dan akhir dari dampaknya seperti ini. Kedepan kita harus memperbaiki cara komunikasi ketika kita akan menyampaikan kegiatan disekolah” Tutup Mikael.

#humaspj

Share.

About Author

Leave A Reply