TEMU FORUM NUSANTARA, BUPATI MINTA JAGA HARMONISASI DENGAN MASYARAKAT

0

Pers Release Nomor : 094/HumasPJ/VII/2020

Mulia – Bertempat di GOR Pruleme, Forum Solidaritas Nusantara (FSN) yang diketuai oleh Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.KP mengadakan pertemuan dengan 7 ikatan kerukukunan yang ada di Kabupaten Puncak Jaya. Ikatan kerukunan tersebut adalah paguyuban dari, Ikatan Keluarga Toraja (IKT) yang diketuai Botten Tandipada, Ikatan Keluarga Bugis Makassar (IKBM) diketuai H. Azis, Paguyuban Keluarga Jawa, Sunda, Madura dan Padang (PKJSMP) diketuai Mulyadi, Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) yang diwakili Janri Silalahi, Ikatan Sulawesi Utara dan Gorontalo (SULUTGO) diketuai Christomus Baraguna, Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) diketuai Jabar Kelrey, dan Ikatan Keluarga Masyarakat Pesisir (IKMP) yang diketuai Ludik Ewil Krey.

Turut hadir Kaur Lantas, Kabag Tapem Irwan Tabuni, SSTP, Asisten II SETDA Drs. Hendrik Bilanglabi, Sahli Bupati Ukkas, S. Sos, Perwakilan kerukunan Ojek, serta dihadiri pula oleh Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Minggu (09/07).

Pertemuan ini dilatarbelakangi kejadian kecelakaan yang terjadi di Distrik Gurage dimana saat itu salah seorang warga yang berprofesi ojek menabrak pejalan kaki saat akan mengantar penumpang ke Distrik Tingginambut. Dalam kejadian itu mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka-luka. Diduga, kecelakaan dikarenakan rem bolong saat kecepatan tinggi yang mengakibatkan pengemudi hilang kendali dan menabrak pejalan kaki ketika memasuki tikungan tajam.

Pasca kejadian itu, telah dimusyawarahkan secara kekeluargaan dengan berbagai pihak antara pengemudi dan keluarga yang mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu telah disepakati berbagai kesepakatan perdamaian kedua pihak yang difasilitasi Forum Solidaritas Nusantara, pihak kepolisian, Ketua Paguyuban Ojek dan Kabag Tata Pemerintahan.

Dalam sambutannya Mulyadi selaku ketua Forum menyampaikan “Kilas balik terbentuknya FSN ini ialah dilatarbelakangi sering terjadinya kejadian atau musibah yang dihadapi oleh masyarakat pendatang dimana saat terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Kita tidak berfikir bagaimana solidaritas ini harus muncul dan peduli akan kejadian tersebut, maka dari situlah kami menuangkan konsep pemikiran untuk membentuk yang namanya Embrio Forum Solidaritas Nusantara (FSN). Karena kehadiran kami selain untuk mencari kehidupan harus juga membawa kehidupan disini”Ujarnya.

Ketika ada namanya New Normal Covid-19, saya mau ada New Normal kehidupan para pendatang di Kabupaten Puncak jaya dan Bupati Puncak Jaya juga sudah setuju akan adanya New Normal untuk masyarakat Dani saat ini.” Saya berpesan terkhusus untuk para pendatang bahwa ketika kita datang ke Puncak Jaya agar memahami baik dan mengerti kearifan lokal disini, dimana masyarakatnya memiliki cara pandang, karasteristik dan budaya yang berbeda dengan kebiasaan dan budaya kita semua di daerah masing-masing, maka dari itu saya harap kepada semua para pengurus Ikatan dan Paguyuban untuk menyampaikan kepada warganya masing masing agar memulai New Normal kehidupan para pendatang di Kabupaten Puncak Jaya” kata Mulyadi.

“Forum ini sengaja saya bangun dengan tidak aktif dengan tujuan agar tidak terlalu mereduksi atau mengesampingkan peranan besar Ikatan dan Paguyuban karena kami menginginkan ikatan dan Paguyuban itu sendiri yang aktif dan selalu berkibar”, tambah Mulyadi.

Ditempat yang sama ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Botten Tandipada, ST menyampaikan “Saya mengapresiasi dan berterima kasih banyak kepada Bupati Puncak jaya karena selalu memperhatikan kami dimana ketika saudara-saudara kami mengalami musibah, seperti saat terjadi musibah atau meninggal dunia pemerintah selalu turun tangan untuk langsung membantu untuk memulangkan kedaerah masing-masing”ungkap Ketua IKT.

Senada dengan ketua IKT, ketua IKBM, ketua IKEMAL, Ketua IKMB, Ketua SULUTGO dan Ketua PKJSMP juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak untuk Bupati Puncak Jaya karena selalu memperhatikan kehidupan maupun kesulitan serta dinamika warga pendatang di Puncak Jaya.

Bupati Yuni Wonda dalam arahannya Menyampaikan “Saya selaku Kepala Daerah harus mengatakan bahwa Forum FSN ataupun beberapa Forum lain yang ada di Puncak Jaya ini sangatlah penting karena didalam forum itu bisa memunculkan ide, konsep ataupun pemikiran yang bisa memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam hal mengambil kebijakan terkhusus untuk para warga pendatang. Maka dari itu saya mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih banyak kepada para Ikatan dan Paguyuban yang ada karena sudah memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah.” Jelas Bupati.

Pihaknya meminta keseriusan semua ikatan yang berada di Puncak Jaya harus memahami kearifan lokal warga disini.” Harus dipahami baik ketika terjadi suatu permasalahan yang tidak diinginkan masyarakat disini akan memakai budaya yang dinamakan pembayaran denda dengan pukulan harga yang tinggi, namun saya perlu sampaikan kepada kita semua bahwa ketika ada kejadian yang mengakibatkan denda agar bisa disikapi dengan tenang dan tidak panik karena masyarakat disini akan paham dengan sendirinya ketika dilakukan pembicaraan ataupun mediasi terhadap kedua belah pihak” ungkap Yuni.

Pihaknya meminta semua warga nusantara agar tetap menjaga harmonisasi dalam hidup berdampingan dengan masyarakat di lapangan.

Bupati berharap kegiatan semacam ini harus manghadirkan lebih banyak warga nusantara yang datang bukan hanya, segelintir. sehingga semua pihak dapat mendengar langsung sekaligus sebagai bentuk kebersamaan.

Dalam pertemuan tersebut lebih banyak membahas persoalan kesejahteraan pengendara ojek mulai dari aspek keamanan, tarif antar jemput berdasarkan kemampuan masyarakat, aspek kalayakan jalan penghubung, keamanan, bahkan masih adanya pungutan liar/setoran yang memberatkan pengendara selama ini. Semua usulan dan pendapat mendapat respon dengan baik oleh Bupati dan Ketua Forum. Kedepannya, Bupati akan mendalami tarif baku ojek yang masih harus melibatkan forum ojek, DPRD, masyarakat serta berbagai pihak.

“Terkait dengan pandemi Covid 19 sekarang, saya mengajak para warga Forum FSN yang ada mari kita jaga bersama kabupaten yang kita cintai ini suapaya terus berada dalam Zona hijau, karena untuk menjaga daerah ini dari Covid bukan hanya tugas pemerintah Daerah semata tetapi tugas kita semua dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang ada sekarang” tambah Yuni.

#HumasPJ_Arjun

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply