SETELAH PENANTIAN 9 TAHUN, BUPATI PUNCAK JAYA RESMI BUKA DIKLATSAR CPNS 2013

0

Pers Release No: 035/PR/HumasPJ/III/2021

Mulia- Hari ini resmi Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM membuka secara resmi penyelenggaraan Pendidikan Pelatihan Prajabatan bagi Kategori 2 dan Latihan Dasar Bagi Formasi umum CPNS tahun 2013, Bertempat di Aula Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya, Selasa (23/3).

Nampak wajah sumringah dan ceria dari wajah peserta CPNS yang hadir sejak pagi pukul 06.00 WIT. Yang tidak biasa adalah hampir sebagian besar peserta memiliki usia yang tidak muda lagi bahkan mendekati pensiun dari unsur K2. Kendati demikian tidak menyurtukan semangat untuk mengikuti pembukaan tersebut.

Hadir dalam pembukaan Wakil Ketua I DPRD Miren Kogoya, Si. Kom, Kapolres Puncak Jaya AKBP. Drs. Mikael Suradal, MM, Dandim 1714/PJ yang diwakili Pj. Kasdim Kapt. Inf. Daniel Sine, Perwira TNI Polri, Kabid kepamongprajaan, kepemimpinan dan Prajabatan BPSDM Papua Rasfel Tabuni, SE didampingi Kasubid Kepemimpinan dan Prajabatan Demsu Jerry Aritonang, S. Sos, Wakil Bupati Deinas Geley, S.Sos, M. Si, Sekda Tumiran, S. Sos, M. AP. bersama Pejabat Eselon II dilingkungan Pemda Puncak Jaya.

Kepala BKPPD Christomus Barguna, SE, M.Si dalam laporannya memaparkan “Peserta dari K-2 berjumlah 335 orang yang terdiri dari (gol. I : 199 orang, gol. II : 133 orang, gol. III : 3 orang), peserta pelatihan dasar/latsar berjumlah 212 orang yang terdiri dari (gol. II : 123 orang , gol. III : 89 orang) sehingga total 566 orang”Jelasnya.

Yang unik dalam kegiatan tersebut menurut Christomus adalah kehadiran peserta dari kabupaten lain meliputi Kab. puncak 1 orang gol. III K-2, Kabupaten Pegunungan Bintang 1 orang golongan II K-2, selain itu ada 1 orang pegawai penempatan dari pemerintah pusat dan diikutkan menjadi peserta dengan persyaratan tertentu.

Bupati Puncak Jaya dalam sambutannya mengungkapkan fakta bahwa “Prajabatan yang harusnya dilaksanakan pada bulan juni 2020 tidak dapat dilaksanakan karena pandemi Covid-19, padahal pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembiayaan kegiatan diklat” terang Yuni. Pihaknya mengakui untuk sampai ke posisi ini, angkatan tersebut butuh banyak pengorbanan baik waktu, biaya dan tenaga jajarannya karena terancam ditutup (close) oleh Pusat bersama Kabupaten lain.

Penantian yang cukup lama hampir sembilan tahun lamanya disambut gembira dan syukur dengan dibukanya kegiatan tersebut. “Puji Tuhan saat ini apa yang telah kita tunggu bertahun-tahun bisa dilaksanakan bahkan menurut keterangan dari pihak Badan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua kita menjadi Kabupaten pertama dalam penyelenggaraan diklat prajabatan dan latsar di tahun 2021” ujarnya.

Dirinya menekankan bagi para peserta untuk wajib mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan bukan hanya sekedar formalitas saja, karena sebelum diangkat sebagai Pegawai Negri Sipil seorang calon pegawai wajib mengikuti prajabatan atau latsar. Selain hal ini dimaksudkan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku juga untuk membekali CPNS dalam memulai tugas pengabdiannya bagi bangsa dan negara.

Dalam kegiatan tersebut diungkapkan panitia penyelenggara dsri BKPPD ikut melibatkan beberapa OPD terkait seperti TNI/Polri, serta bekerjasama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati.

Kepala BKPPD ikut mengungkapkan bahwa Diklat Prajabatan dan Latsar kali berbeda dengan tahun sebelumnya. Aturan baru yang ditetapkan oleh LAN RI mewajibkan target minimal sebagai prasyarat mutlak dalam penentuan kelulusan pesertanya. Menurutnya kehadiran adalah hal mutlak sebagai dasar scoring nilai CPNS menuju status PNS 100%. Pihaknya menjelaskan bahwa selain kehadiran masih ada kriteria lain yang harus dipenuhi dan tidak menjadi jaminan bahwa CPNS yang ikut pasti lulus.

“Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPT), sedangkan bagi peserta yang tidak lulus akan diberikan surat keterangan telah mengikuti diklat prajabatan atau Latsar.” Ungkapnya.

Setelah dibuka, peserta diberikan pengarahan umum dan pembagian kelas sesuai golongan. Kendati masih dalam masa pandemi panitia tetap melakukan pembinaan mental, fisik dan, disiplin (MFD) secara tegas dengan penerapan Protokol Kesehatan oleh pelatih dari jajaran Polres Puncak Jaya dan Kodim 1714/PJ.

Menutup sambutannya, Bupati berpesan kepada peserta Diklat Prajabatan untuk serius mengikuti pelatihan dan tidak kendur karena berasalan sebagai bagian dari keluarga pejabat penting. “Kalian semua sama, tidak membedakan karena keluarga pejabat. Jangan bawa egoisme dan status keluarga dalam Diklat. Kalian harus fokus pada tugas yang diberikan yang pada akhirnya ada yang tampil sebagai yang terbaik.” Ujarnya. Bupati mengancam jika ada perilaku peserta demikian diancam kapan dicoret sebagai peserta Diklat.

Selain itu dirinya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada penyelenggara dari BPSDM Provinsi Papua dan mendorong untuk tahun depan mengusulkan untuk Diklat Prajabatan Formasi 2018 dalam daftar tunggu. Dirinya juga secara pribadi memberikan terima kasih kepada Kapolres, Dandim serta DPRD yang telah mengawal dan berkontribusi hingga pelaksanaan terealisasi hari ini.

#HumasPJ

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply