SERAHKAN TENDA DAN MASKER, BUPATI MINTA PEMERINTAH DAN GEREJA KERJASAMA TOLAK ISU NEGATIF

0

Nomor Pers Release : 046/PR/HumasPJ/IV/2021

Mulia-Memasuki Tri Hari Suci umat Kristiani di Kabupaten Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya serahkan bantuan perangkat tenda kepada Jemaat Gereja GIDI bertempat di Halaman Gereja Antiokhia Usir, Jumat (3/4).

Penyerahan tenda tersebut merupakan realisasi janji Bupati Tahun 2019 yang didasari keluhan jemaat yang mengadakan kegiatan rapat/ibadah di luar gereja (out door). Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S. IP, MM menyebutkan bahwa pada tahun 2020 sudah akan diserahkan namun terkendala Covid-19 yang oleh pemerintah melarang aktivitas berkumpul masyarakat di masa Pandemi.

Dalam momentum Jumat Agung, Bupati Yuni serahkan tenda yang nantinya akan dimanfaatkan oleh 7 gereja di Jemaat GIDI Daerah Mulia III (Antiokhia, eklesia, Eo Yuneri, agape, kasih, emaus, Galilea) sebanyak 2 buah.

Menurutnya nanti akan diberikan 2 unit menyusul untuk jemaat GIDI Daerah Mulia II, Daerah Mulia I dan Klasis Yalu di Ilu. Bupati mengimbau agar dijaga dengan baik dan dimanfaatkan bukan untuk duka, acara besar pribadi, tapi khusus rapat atau Ibadah gabungan Gerejawi saja. Penyerahan simbolis dengan penyerahan tiang tenda kepada dewan gereja.

Disaat itu pula Bupati lakukan pembagian masker kepada jemaat yang hadir. “Kalau ke hutan ambil kayu sendiri tidak apa-apa. Tapi kalau masuk ke gereja, pasar dan disitu ada banyak orang harus memakai masker. Puncak Jaya sudah ada korban karena Covid, jadi hari ini kami serahkan simbolis 3000 masker untuk dipakai dengan baik. Kalau sudah kotor, dari pada uang dipakai judi togel, harga masker cuma 10.000 ribu lebih baik dari pada habis ratusan juta karena sakit.”ungkap Bupati.

Bupati Puncak Jaya menyebutkan bahwa, awal tahun 2022 Puncak Jaya lakukan lockdown untuk cegah Covid masuk untuk proteksi, tetapi skrg dirinya menyebutkan bahwa Corona sudah ada. Hal itu suka tidak suka harus dihindari dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Pihaknya juga mengimbau seluruh Jemaat untuk tetap menjaga kesehatan.

Selanjutnya terkait isu Hoax masalah kampung yang banyak diplitir oleh oknum, Bupati tegaskan langsung “Tugas pemerintah pelayanan masyarakat di kantor, gereja melayani jemaat di gereja. Gereja dilarang keras ikut campur urusan pemerintah, karena hal itu merusak dan mengundang masalah.”tegasnya. Dirinya kembali menegaskan agar gereja konsisten dan profesional dan tidak terlibat politik praktis dengan mempengaruhi pandangan politik jemaat.

“Isu-isu beredar di jayapura dibawa oleh oknum. Disebarkan untuk memunculkan demo melawan pemerintah. Karena hoax itu jadi merusak. Karakter kita harus sesuai dengan alam kita. Kita orang gunung di gunung maka karakter dan pandangan juga sesuai tempat. Sebaliknya orang pesisir di pantai dengan pemikiran lain. Jangan bawa isu dari pesisir ke pedalaman/gunung untuk merusak Puncak Jaya. Begitu2 datang kami tolak dan usir” Tegasnya.

Ketua Dewan gereja Mulia III GIDI, Pdt. Dennis Telenggen ungkapan terima kasih kepada Bupati. “Bapa lakukan bantuan terus kami dukung jalan terus, Kami sangat senang dan kami dukung dengan doa. Ucapan terima kasih kepada bapa juga sudah bantu gereja 50 juta rupiah untuk setiap gereja kemarin. Bantuan kami manfaatkan untuk bikin halaman, kumpul kayu balok untuk bangun sarana dan kebutuhan gereja lainnya.” ungkap Pdt. Denis.

Selepas kegiatan ibadah, Bupati menyempatkan diri menyaksikan pembagian 3000 masker dan memasangkan masker kepada salah seorang tetua jemaat.

#Humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply