SEORANG ASN MENINGGAL DUNIA KARENA COVID-19, BUPATI UNGKAPKAN DUKA CITA MENDALAM

0

Pers Release Nomor : 041/PR/Humas-PJ/III/2021

Mulia-Bertempat di Lapangan Alun-alun, Kota Baru, Bupati pimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Penyerahan DPA Tahun 2021. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Deinas Geley, S.Sos, M. Si, Sekda Tumiran, S. Sos, M. AP didampingi Ketua DWP Ny. Manikem, S. Sos, M. AP.

Perlu diketahui bahwa beberapa hari lalu salah, seorang ASN yang merupakan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil telah meninggal dunia di RSUD Dian Harapan Jayapura pada Sabtu (27/3) dikarenakan virus Covid-19 yang diidapnya.

Dihadapan ratusan peserta apel Bupati Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S. IP, MM menuturkan “Di Puncak Jaya saat ini sudah ada pasien n-coronavirus disease 2019 (Covid-19). Meski kita Kabupaten pertama di Papua yang lockdown maret tahun lalu, tetap virus bisa masuk. Wabah ini semacam angin/virus yang dibawa manusia dan tidak akan pernah berakhir. Bapak Presiden, Joko Widodo pernah sampaikan kita harus berteman tapi pada akhirnya meski dengan protokol ketat dan pembatasan, toh juga tetap masuk tanpa memandang siapapun” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan “Sudah ada beberapa ASN yang kena diantaranya ada yang fisiknya sudah menurun dan bergejala dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Mulia bahkan ada Tuhan sudah panggil. Saya selaku pimpinan daerah turut berduka atas meninggalnya Sekretaris Dinas kependudukan dan Catatan Sipil, Drs. Supardi Yusuf. Jasa pengabdian alm. sudah dikenal dan beliau sudah mengabdi sejak Kabupaten kami masih distrik dulu. Beliau juga sudah mendidik banyak pegawai bisa menjadi tahu dan paham tentang pencatatan sipil. Semoga arwah diterima disisiNya dan Keluarga diberikan ketabahan” Ujarnya.

Seketika suasana haru diiringi tangis kecil peserta apel mengenang almarhum Supardi. Pada kesempatan itu, Bupati ungkapkan bahwa jajarannya telah membantu biaya duka lewat keluarga sampai pemakaman.

Menyikapi hal itu, Bupati menegaskan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi pihaknya mengimbau untuk memperketat protokol kesehatan. “Saya tekankan batasi orang masuk di ruang kerja. Diruang kerja saya juga saya batasi. Kalau bisa hanya satu atau dua orang maksimal. Selain itu jaga jarak dan wajib pakai masker. Sebelum dan sesudah kontak harus mencuci tangan dan jaga jarak.” tegas Bupati.

Pihaknya juga saya memerintahkan jajarannya untuk menjaga kebersihan baik di tempat tinggal maupun dikantor. Selain itu Bupati mengimbau agar rajin berolahraga/beraktifitas minimal 1 jam sehari. “Jaga imunitas tubuh dan makan makanan bergizi bila perlu” tutupnya.

Dari data Dinas kesehatan dan RSUD diketahui bahwa saat ini telah terkonfirmasi 14 pasien dan 4 orang telah dirawat di RSUD Mulia. Otoritas setempat juga direncanakan akan melakukan rapat lintas sektoral dan belum menaikkan status menjadi Zona Merah yang masih fokus melakukan penanganan pasien terkonfirmasi/bergejala serta screening bagi keluarga yang terpapar. Sedangkan pembatasan aktivitas skala massif masih dilakukan evaluasi oleh Gugus Tugas Covid Puncak Jaya.

Upaya vaksinasi/imunisasi Covid-19 pun masih terus gencar dilakukan oleh jajaran Dinas Kesehatan kepada Tenaga kesahatan, TNI/Polri, ASN, para, guru dan sebagainya.

#Humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply