SENSUS PENDUDUK 2020, KEPALA BPS HARAP KAWAL PENDATAAN PENDUDUK

0

Pers Release No: 098/HumasPJ/2020

Mulia_Sebagai agenda nasional sepuluh tahun sekali, Badan Pusat Statistik secara nasional telah melakukan sensus penduduk secara tatap muka mulai 1 September 2020 untuk mencatat penduduk Indonesia yang belum mengikuti sensus penduduk secara daring, termasuk di daerah Kabupaten Puncak Jaya. Selain itu, perubahan mendasar dalam sensus penduduk 2020 adalah multiple data collection. BPS juga akan melakukan pendataan dengan melibatkan masyarakat untuk memberikan informasinya secara aktif.

Bertempat di Halaman Kantor Bupati Puncak Jaya, Senin (14/9). Kepala BPS Tardas Manurung Silitonga mengungkapkan bahwa pelaksanaan sensus penduduk sudah berjalan dan masih berlangsung hingga sekarang “BPS sudah melaksanakan sensus penduduk mulai dari tanggal 1 september sampai sekarang masih berlangsung, teman – teman pendamping sensus penduduk yang telah di SK kan telah berjalan kebeberapa tempat yakni 1 grup ke Fawi, 1 grup ke Tingginambut, 1 grup ke Ilu dan Torere serta ada ke Kiyage, untuk daerah-daerah yang sulit telah kami percayakan kepada kepala distrik yang sudah kami latih sebelumnya melalui pelatihan petugas dan koseka yang sudah terlaksana di bulan sebelumnya” ungkap Tardas.

Ia mengungkapkan bahwa progres yang sekarang dicapai sangat diapresiasi karna telah berjalan mencapai 60% dan Pihaknya berharap kepada penduduk Kabupaten Puncak Jaya agar bersama-sama mengawal petugas sensus sampai ke rumah penduduk yang ada.

“Karena sensus kali ini merupakan sejarah baru di tengah pandemi covid 19, artinya ada hal – hal yang dibijaksanakan dari pusat. Sehingga kami dari instansi teknis BPS Kabupaten Puncak Jaya ada kebijaksanaan yang dilimpahkan oleh Pimpinan Daerah ditempat ini untuk mencatat seluruh penduduk, kami telah mengupayakan melalui kepala – kepala distrik dan jajarannya yang sedianya memilih kordinator di distriknya masing – masing” jelasnya.

Kepala BPS juga menambahkan kepada Seluruh masyarakat baik di Kampung, Kecamatan, Distrik sampai Kabupaten harus segera disensus. Dipastikan lagi untuk 1 september sampai dengan 30 september semua harus di sensus karena Indonesia hanya menuju satu data yaitu Data Nasional.

Adapun beberapa kendala yang dihadapi dalam pendataan sensus penduduk ditengah pandemi covid 19 yakni sangat menyita waktu, sehingga pelaksanaan mulai dari pusat telah diundur 2 kali termasuk juga sensus online kemarin yang seharusnya berakhir di bulan Maret namun masih diperpanjang sampai bulan Mei.

Demikian juga rencana awal pada tahun 2020 sensus penduduk secara Face To Face dengan masyarakat telah diundur, yang harusnya dilaksanakan pada bulan Juli namun dengan kendala administrasi dan sebagainya di tengah pandemi covid 19 maka dilaksanakan pada tanggal 1 September “Dengan perubahan – perubahan yang ada serta pengurangan tenaga lapangan yang membuat kami harus membuat inovasi yang lebih baik didaerah ini. Maka dari itu kami menjalin kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat agar dapat mengupayakan untuk melaksanakan dengan baik kegiatan sensus ini dilapangan. Kendala sebenarnya yg ada hanya ada di administratif melihat lingkungan sangat ekstrim baik di perjalanan maupun tempat tinggal masyarakat, kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan tepat waktu” tutup Kepala BPS.

#HumasPJ

Share.

About Author

Leave A Reply