RAPAT LINTAS SEKTOR PENCEGAHAN COVID-19, BUPATI : TINGKATKAN PROKES 5M

0

Humas Pers Release No. 095/HumasPJ/VII/2021

Mulia – Menindaklanjuti perkembangan penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Indonesia khususnya di Kabupaten Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya menggelar Rapat Lintas Sektoral di Aula Sasana Kawonak Kantor Bupati Puncak Jaya, Senin (19/07) lalu.

Rapat dipimpin langsung Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM didampingi Ketua Komisi B DPRD Mendi Wonerengga dan Wakil Bupati Puncak Jaya Deinas Geley, S.Sos, M.Si. Hadir pula Sekretaris Daerah Tumiran, S.Sos, M.AP, Kasat Intel Polres dan Pasi OPS Daniel Sine. Turut dihadiri Pejabat Eselon II, III, Kepala Distrik, Instansi Vertikal, Denominasi Gereja dan Masjid serta stakeholder lainnya.

Perlu diketahui perkembangan penyebaran Covid-19 di Puncak Jaya sesuai dengan pemeriksaan Swab Antigen oleh Tim Dinas Kesehatan (20 Juli 2021) sebanyak 50 orang dalam waktu dua hari dan setelah dilakukan tracing jumlah total yang terpapar covid-19 adalah sebanyak 67 orang di Kabupaten Puncak Jaya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sabri, S.KM mengatakan data yang terpapar covid-19 di Kabupaten Puncak Jaya merupakan data yang benar-benar valid setelah dilakukan tracing oleh Tim Dinkes “Orang yang terpapar covid-19 di Puncak Jaya dengan rincian yang dirawat di RS Mulia ada 9 orang, dan sebanyak 57 orang di Isolasi Mandirikan di Rumah masing-masing dan melakukan pemantauan dalam pemberian obat serta vitamin” ungkapnya.

Menurutnya Rumah Sakit Mulia tidak bisa menampung Pasien Positif Covid-19 yang begitu banyak serta sarana dan prasarana yang begitu minim, maka itu sisa dari pasien yang terpapar di Isomankan “Pasien yang dirawat di rumah sakit mengalami gejala sedang, sedangkan yang di Isomankan mengalami gejala ringan.,Sampai hari ini ada satu pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Puncak Jaya” jelasnya.

Pihaknya juga mengatakan vaksinasi yang dilakukan di Puncak Jaya sendiri sampai per tanggal 17 Juli 2021 sudah mencapai 25 sampai 30 persen “Masyarakat yang sudah divaksin sebanyak 1.691 orang, ini belum mencapai target karena sekarang kita berada di peringkat terendah kedua di seluruh Kabupaten di Papua dalam pelaksanaan vaksinasi dan kami didesak oleh Pemprov agar vaksinasi dilakukan semaksimal mungkin” tutur Sabri.

Sementara itu Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda menjelaskan virus corona bukan berasal dari Puncak Jaya melainkan dari luar yang dibawa masuk “Penyakit ini bukan tumbuh disini namun penyakit ini dari luar dan kita harus mengakui itu. Kita ini sebenarnya serba salah, tidak melakukan Langkah-langkah juga salah karena faktanya orang yang kena penyakit itu meninggal. Jadi kita harus mengambil Langkah-langkah pencegahan seperti tahun lalu” imbuhnya.

Dirinya melanjutkan bahwasanya langkah – langkah yang diambil merupakan pencegahan merebaknya virus yang semakin meningkat khususnya di Puncak Jaya. Apalagi dengan adanya instruksi Presiden Republik Indonesia bahwa setiap Kepala Daerah wajib masyarakatnya melakukan vaksinasi sehingga salah satu syarat yang diharuskan untuk masuk ke Puncak Jaya yakni sudah memiliki sertifikat vaksin.

“Kemarin masyarakat ada yang percaya covid itu ada dan ada yang tidak percaya. Hari ini kita tidak bisa berbeda pendapat lagi, yang jelas covid ini bikin orang meninggal. Jadi penyakit ini tergantung dari kesadaran kita masing-masing dan tata cara penertiban dan pendisiplinan Protokol Kesehatan serta penerapan 5 M” tegasnya.

Kesepakatan dalam rapat lintas sektoral dalam penanganan dan pencegahan covid-19 khususnya di Kabupaten Puncak Jaya meliputi :
1. Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro selama 2 (dua) Minggu.
2. Pengaktifan kembali gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Puncak Jaya.
3. Aktifitas Proses belajar mengajar dilakukan dari rumah dikecualikan bagi siswa/I yang baru mendaftar.
4. Pembatasan Kegiatan Perkantoran, baik Institusi Pemerintahan, TNI/Polri maupun BUMD/swasta.
5. Pasar, Toko, Kios, Warung dilakukan pembatasan kapasitas pengunjung sebanyak 50% dan pembatasan aktifitas jam operasional hanya sampai pukul 18.00 WIT dengan Prokes ketat.
6. Kegiatan peribadatan berlangsung seperti biasa hanya maksimal 50% jemaat.
7. Pembatasan penumpang masuk dan keluar Kabupaten Puncak Jaya jalur udara dilakukan 2 (dua) kali dalam satu minggu, yakni selasa dan kamis dengan ketentuan : Wajib menunjukkan hasil rapid antigen non reaktif. Dilakukan double testing bagi masyarakat yang baru tiba di Puncak Jaya. Wajib menunjukkan sertifikat/bukti vaksinasi covid-19. Wajib menunjukkan Identitas/KTP domisili Puncak Jaya dikecualikan bagi institusi TNI/Polri dan Instansi Vertikal dengan rekomendasi dari Bupati Puncak Jaya selaku Komandan Gugus Tugas.
8. Akses transportasi darat maupun udara dikhususkan bagi Logistik, Obat – obatan, pasien rujukan, sektor perbankan, pertahanan keamanan, kedukaan serta kedinasan lain yang sifatnya mendesak.

Adapun guna melakukan percepatan vaksinasi di Kabupaten Puncak Jaya dilakukan langkah diantaranya :
1. Pencanangan target pelaksaan vaksin melebih 80 persen dari jumlah penduduk.
2. Memperkuat percepatan vaksinasi covid-19 yang berasal dari Nakes bersinergi dengan TNI/Polri dan Ormas.
3. Penguatan Informasi, komunikasi dan edukatif dan menangkal penyebaran kabar bohong (HOAX)
4. Menjamin ketersediaan vaksin covid-19 dan memperkuat manajemen distribusi vaksin covid-19

Menutup rapat, Bupati mengungkapkan bahwa semua orang berpotensi untuk terpapar sehingga suka tidak suka, mau tidak mau harus mempersiapkan diri divaksin. Dirinya mengajak seluruh pihak terutama ASN agar ikut program Nasional vaksinasi sesuai arahan Presiden Jokowi.

#HumasPJ

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply