RANPERDA APBD-P 2021, POSTUR ANGGARAN PUNCAK JAYA KEMBALI TERKOREKSI PENGARUH REFOCUSING

0

Pers Release No: 126/Prokompim/IX/2021

Mulia- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Puncak Jaya menggelar Rapat Paripurna Pembukaan Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2021. Bertempat di Ruang Sidang Gedung DPRD Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (28/09).

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Kapolres Kompol Ridwan, SH MH, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah, S.IP, M.Si, Sekretaris Daerah Tumiran, S.Sos, M.AP, Pejabat Eselon II dan III, Instansi Vertikal, Pimpinan Denominasi Gereja dan Masjid serta Pimpinan Ormas dilingkungan Pemda Puncak Jaya.

Perjalanan pelaksanaan Anggaran Tahun 2021 yang masih dihadapkan dengan adanya bencana global Covid-19 yang mengharuskan semua pihak harus melakukan perubahan diberbagai sektor kehidupan terlebih juga terhadap kebijakan Anggaran Daerah, hal ini menjadi salah satu asumsi untuk dilakukannya Perubahan APBD.

Membuka rapat, Sekretaris DPRD Daud Wendamili, SH, M. KP membacakan daftar hadir Anggota DPRD Puncak Jaya sebanyak 28 orang hadir dari jumlah seharusnya 30 orang. Jumlah tersebut sah dan memenuhi kuorum dan Rapat dilanjutkan. Jumlah 95% anggota DPRD yang hadir merupakan bentuk dukungan penuh DPRD terhadap eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahan.

Nota Keuangan Ranperda APBD-P Puncak Jaya Tahun 2021 yang dibacakan Bupati sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor : 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi covid 19 dan dampaknya.

Bupati dikesempatan itu juga mengapresiasi dukungan pimpinan DPRD bersama anggota yang sukses menghelat upacara perdamaian adat di Ilu pasca pergantian kepala kampung beberapa waktu lalu. Bupati mengungkapkan perubahan signifikan telah terjadi pasca perdamaian ditandai dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di Wilayah II. Saat ini perlu diketahui bahwa Puncak Jaya juga sedang melakukan distribusi dana kampung di distrik masing-masing yang berjalan dengan kondusif.

Bupati juga mengungkapkan apresianya kepada Dandim 1714/PJ dan Kapolres bersama Satgas yang bertugas dalam menjaga keamanan dengan pendekatan humanis di Puncak Jaya yang masih tetap kondusif hingga saat ini.

Selain itu Bupati juga menyebutkan ada kontribusi ASN bersama tokoh agama yang ikut menjaga stabilitas keamanan dilingkungan masyarakat. “Doa-doa dari gereja dan masjid adalah hal penting dan berharga, peran tokoh agama juga vital dalam menjaga keamanan dan kebersamaan di Puncak Jaya” ungkapnya.

Bupati Yuni juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kabupaten Puncak Jaya saat ini masih berjalan dengan baik dan normal meskipun dalam kondisi bangsa dan masyarakat yang tengah fokus untuk menangani masalah Covid-19.

Dari aspek penerimaan, Bupati Yuni menjabarkan bahwa “Berdasarkan kebijakan pemerintah dan prediksi realisasi penerimaan sampai dengan akhir tahun 2021, anggaran yang semula sebesar Rp. 1.286.489.925.385,00 menjadi sebesar Rp. 1.263.186.068.386,00 atau berkurang sebesar Rp. 23.303.857.000,00 atau turun sebesar 1,81%” Paparnya.

Pemotongan anggaran sebesar Rp. 23.303.857.000,00 tentunya cukup berpengaruh terhadap kegiatan – kegiatan yang telah ditetapkan pada APBD 2021 Kabupaten Puncak Jaya, sehingga perlu dilakukan penyesuaian anggaran guna dapat menyelesaikan kegiatan skala prioritas.

Bupati menyampaikan selain harus melakukan pergeseran belanja untuk penanganan pandemi covid-19 bidang kesehatan (Refocussing), ekonomi dan jaring pengaman sosial, pemerintah daerah juga harus menyesuaikan alokasi belanja dengan turunnya pendapatan dibeberapa sektor akibat lesunya perdaganagan pasca dihantam Covid-19.

Akibatnya, aspek belanja diakui Bupati Yuni Wonda mengalami penurunan dalam APBD perubahan Kabupaten Puncak Jaya tersebut. “Tahun Anggaran 2021 semula dianggarkan sebesar Rp.1.344.161.056.406,00 mengalami penurunan sebesar Rp.23.303.857.000,00 menjadi Rp. 1.320.857.199.406,00 atau turun sebesar 1,56%” Jelasnya.

Adapun proyeksi pembiayaan daerah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan Kabupaten Puncak Jaya tahun anggaran 2021 terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp.59.671.131.021,00 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 2.000.000.000,00 merupakan penyertaan modal pada Bank Papua.

Ditemui setelah kegiatan rapat tersebut Bupati Yuni Wonda menyampaikan “Hari ini ada 2 Ranperda yang kita serahkan dari eksekutif kepada legislatif terkait APBD-P tahun 2021 dan Non APBD, dari 2 Ranperda yang kita serahkan yang pertama menyangkut dengan APBD 2021 kita tahu bahwa situasi pandemi saat ini menyebabkan sumber pendapatan dan penerimaan menjadi berkurang sehingga saat sidang kami menyerahkan sumber penerimaan baik dari PAD, kemudian bantuan dari Pemerintah Pusat semua terjadi pengurangan.” tutur Bupati.

“Kami berharap dengan penyerahan Ranperda hari ini, kurang lebih satu minggu kedepan kita akan melakukan evaluasi ke Gubernur dalam hal ini Tim Provinsi, ini merupakan tugas besar untuk Pemerintah Daerah bersama DPRD dan seluruh komponen yang ada kami harap dalam waktu dekat kita akan melakukan sidang penutupan” ucap Bupati.

Adapun terkait Perda Non APBD tentang rancangan pengelolaan barang milik daerah sehingga peraturan daerah ini perlu dibuat guna lebih mengefektifkan pengelolaan barang milik daerah sehingga produk hukum atau dokumen yang dihasilkan lebih akurat dan akuntabel. Hal ini seiring dengan tuntutan hasil temuan BPK RI serta sesuai dengan rekomendasi dan rencana KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Zakaria telanggen selaku, Ketua DPRD menyampaikan “Penyerahan Ranperda hari ini kita akan lanjutkan ke Provinsi untuk di evaluasi dan dalam waktu dekat juga kita akan melakukan penetapan sehingga pembangunan di Kabupaten Puncak Jaya dapat berjalan dengan baik” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah mengatakan bahwa Puncak Jaya saat ini dalam keadaan kondusif ditengah pergolakan ganguan KST di kabupaten tetangga. Dirinya juga menggarisbawahi bahwa pihaknya tetap mendukung apa yang menjadi keputusan Pemda bersama DPRD, dirinya berharap masyarakat juga dapat ikut serta membantu menyukseskan segala program Pemerintah Daerah dalam rangka untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Puncak Jaya.

Senada dengan hal itu Kapolres Puncak Jaya Kompol Ridwan menyebutkan bahwa “Kami dari pihak kepolisian akan tetap mengawasi dan mendukung semua kegiatan-kegiatan pemerintahan yang dilaksanakan di Kabupaten ini” Ujarnya.

Diakhir wawancara, Bupati yang merupakan penghobi sepakbola dan futsal kembali mengajak seluruh masyarakat Papua khususnya Puncak Jaya untuk ikut menyukseskan pagelaran PON XX PAPUA yang akan dibuka resmi beberapa hari lagi. “Setelah 50 Tahun, baru terukir sejarah pertama kali di Papua menjadi tuan rumah PON ke XX, Mari kita dukung penuh dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan ditanah Papua. Kalau bukan kita siapa lagi” pungkas Bupati.

#Prokompim

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply