PUNCAK JAYA ZONA ORANGE, BUPATI : COVID TIDAK PANDANG JABATAN, SEKARANG JANGAN CARI SIAPA BENAR SIAPA SALAH

0

Pers Release No: 094/HumasPJ/VII/2021

Mulia_Berlangsung di Halaman Kantor Bupati Puncak Jaya, Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S. IP, MM mengajak segenap jajaran ASN menundukkan kepala atas berpulangnya salah satu Pejabat Daerah Asisten Bid Administrasi Umum Dr. H. Mulyadi, S. Sos, M. AP, M. KP. beberapa waktu lalu dalam Apel Gabungan, Senin (19/07).

Meski telah beberapa pekan berlalu sejak kepergian almarhum, suasana berkabung masih nampak dimana alm. meninggal dunia di Surabaya setelah berjuang melawan Covid-19. “Covid-19 sangat berbahaya, sudah hampir 2 orang pejabat kita meninggal dunia akibat Covid-19. Bukti sudah ada jadi sebaiknya kita yang ada wajib menjaga protokol kesehatan 3M” ungkap Bupati.

Dr. Yuni juga menambahkan bahwa kendati tanggal 13 Maret diekspose sebagai Kabupaten pertama yang melakukan lockdown, tapi Bupati mengaku tidak ada jaminan untuk terhindar dari wabah tersebut. “Manusia hidup tidak hanya mengabdi dan tinggal di Puncak Jaya, sebagai makhluk sosial ada urusan keluarga dinas dan harus terpaksa terpanggil keluar daerah. Itu adalah sebuah kepastian. Karena manusia hidupnya memang seperti itu.” jelasnya.

Bupati juga menyebutkan bahwa pihaknya harus tetap lapang dada dan mau menerima resiko apapun dalam kehidupan.” Kita harus berteman dengan Covid-19, bahwa resiko terpapar pasti ada, namun harus dipersiapkan dengan baik mulai dari vaksinasi sampai perlindungan diri dengan prokes” Ujarnya. Menurutnya bahwa aktivitas rutin seperti bekerja harus tetap dilakukan kendati resiko terpapar sangat besar.

Menyinggung soal sudah ada pasien Positif Covid-19 di Puncak Jaya, Bupati membenarkan hal tersebut. “Semua kembali kepada masyarakat, akibat kelalaian kita, masyarakat banyak tidak mau diatur sehingga perpindahan virus menyebar sampai ke kampung. Rumah sakit di jayapura penuh bahkan di pedalaman juga. Di RSUD Mulia sudah lebih dari 100 sehingga ada yang harus isolasi mandiri di rumah. Penyakit datang dari luar, tapi untuk saat ini bukan mencari siapa benar siapa salah, siapa yang kena dan siapa yang tidak kena. Karena ini wabah dunia. Semua manusia punya kewajiban untuk melindungi diri” terang Bupati.

Terkait PPKM yang tengah didorong oleh pemerintah, Bupati memiliki pemikiran bahwa keduanya tetap harus berjalan berdampingan dengan aturan jelas. “Hidup manusia disatu sisi harus makan dan minum keluarga dan keperluan lain dari mencari nafkah. Tetapi tentu wajib melaksanakan protokol kesehatan. PPKM juga harus diatur tenggang waktu berapa lama, itu nanti akan ditetapkan dalam Rapat sangat terbatas dan seperlunya, yang ikut.”jelas Yuni.

“Segala sesuatu akan didiskusikan bersama, kita harap dapat berjalan lancar, ada agenda seperti jalur penerbangan, anak-anak sekolah, kegiatan ibadah harus dibahas disitu”tuturnya.

Mengantisipasi kalau terjadi lockdown (Keputusan Bersama) Bupati menyebutkan untuk Kepala Distrik tetap membayarkan gaji staf ditempat/kantor distrik.

Dirinya menilai pasca evaluasi ASN, pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat yang cukup positif terkait peningkatan kehadiran pegawai yang berdampak pada pelayanan publik.

“Saya akan cek terus keberadaan pegawai. Masih ada saya temui yang belum menindaklanjuti keputusan Bupati. Jika masih belum jera, akan saya bacaan SK. pemberhentian langsung ditempat ini. Bukan menjadi kebiasaan agar menjadi peringatan.” tegas Bupati.

Menutup arahannya Bupati mengajak kepada jajarannya untuk menghindari kerumunan bahkan rapat yang tidak terlalu mendesak. ” Saya minta seluruh ASN untuk sosialisasi terus Covid-19 di kantor, dalam keluarga, gereja, masjid bahkan kelompok masyarakat bahwa kasus ini makin meningkat tetapi kemampuan rumah sakit terbatas. Sehingga pertemuan yang tidak penting dihindari. Kami sudah membatasi masyarakat yang ingin ketemu langsung, karena sangat berbahaya. Jika mau ketemu pejabat, Sampaikan perwakilan saja, jangan semua dimasukkan. Covid-19 tidak memandang posisi dan jabatan.”Tutup Bupati.

#Humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply