PIMPIN APEL : KABID SOSBUD SAMPAIKAN BOCORAN PENAMBAHAN DANA OTSUS, OPD SIAPKAN DOKUMEN PERENCANAAN

0

Pers Release No : 134 /PROKOMPIM-PJ/X/2021

Mulia-Apel gabungan rutin ASN, Instansi vertikal, CPNS, Tenaga Honorer dan Ormas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya dilangsungkan. Bertindak selaku pembina apel Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Junaidi Limbong, S.IP pada senin (18/10).

Dalam arahannya junaidi mengatakan bahwa sesuai petunjuk Bupati tanggal 28 Oktober 2021 rencananya akan dilaksanakan peringatan hari Sumpah Pemuda(HSP), maka dihimbau kepada para kepala OPD dan seluruh ASN agar mempersiapkan diri dengan membersihkan lingkungan kantor masing-masing. Hal ini dilakukan supaya tercipta kenyamanan untuk kita menyambut hari sumpah pemuda.

Menyangkut Dana Otsus Junaidi menambahkan bahwa pada (14/10) lalu Bappeda telah melaksanakan Bimtek secara daring dengan Kementerian Dalam Negeri dengan Kementerian Keuangan melibatkan seluruh Kabupaten/kota Se-Provinsi Papua. Agenda itu serius membahas tentang pelaksanaan Otonomi Khusus yang mengalami transisi dari UU Nomor 21 menjadi UU Nomor 1 Tahun 2021.

“Bagi OPD pengelola Dana Otsus dalam waktu yang ada ini segera mempersiapkan RKA dan LRA sesuai pedoman yang ada. Kami dengar ada bocoran dana bahwa dalam UU yang baru kita dapat tambahan dana transfer bagi daerah, dimana selama ini hanya menerima dana sekitar Rp. 128 Milyar, kini bertambah menjadi Rp. 190 Miliar dengan adanya Undang-undang Otsus yang baru” ungkapnya.

Pihaknya mengungkapkan saat ini Tim nya dibawah pimpinan Sekretaris Bappeda Bertnadus Seleng, S. Sos, M. Si dan, BPKAD yakni Ibu Yubelina Enumbi tengah melakukan perampungan guna evaluasi di Jayapura.

Bertnadus Seleng, ditemui disela kesibukannya mengungkapkan bahwa Timnya masih terus berupaya untuk menyelaraskan dokumen perencanaan agar relevan dengan realisasi program Otsus. Menurutnya keseriusan dari Pimpinan dan jajaran OPD pengelola Otsus harus serius menyiapkan segala dokumen perencanaan yang benar-benar dalam implementasinya tidak menyimpang dari tujuan otsus itu sendiri.

“Kita berharap lahirnya UU Otsus yang baru harus ada perubahan baik dari sisi perencanaan, sasaran dan program dan kegiatan yang benar-benar untuk Orang Papua, bukan sebaliknya masih melakukan kebiasaan lama masih terulang terus” Ungkap Sekretaria Bappeda. Menurutnya Instansinya hanya menyempurnakan apa yang telah disusun oleh OPD agar saat pembahasan dengan Bappeda Provinsi bisa lancar.

Di akhir sambutannya Pembina Apel mengatakan bahwa, “Menyangkut penginputan data mandiri (PDM) di aplikasi MySAPK diperpanjang sampai dengan 30 oktober 2021, pihaknya meminta agar para PNS yang belum mengisi data mandiri untuk disegerakan.

Ia menekankan agar PNS yang belum dapat melengkapi berkas dan menginput ke aplikasi. Hal ini penting karena jika tidak mengisi atau menginput PNS yang bersangkutan sampai batas waktu tertentu akan dinyatakan mengundurkan diri atau segala pelayanan kepegawaian baik Kenaikan pangkat atau mutasi bahkan pensiun tidak akan dilayani si level BKN.

Menurutnya PNS saat ini harus proaktif dan mau membuka mata kepada segala aplikasi teknologi agar tetap terdaftar sebagai PNS.

#ProkompimPJ #ponxxpapua #mysapk #bknpapua #otsuspapua

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply