PERINGATAN HUT RI KE-75 KABUPATEN PUNCAK JAYA, BUPATI MINTA SEMUA PIHAK IKUT ISI PEMBANGUNAN

0

Pers Release No: 095/HumasPJ/VIII/2020

Mulia- Upacara peringatan HUT RI ke-75 tahun ini digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pandemi covid 19, upacara HUT RI yang biasanya mengundang masyarakat untuk berpartisipasi kini harus berlangsung dengan peserta terbatas. Berbagai aturan protokol yang ada menjadi alasan perayaan rutin tahunan dihelat sederhana, khidmat, singkat dan sesimpel mungkin.

Rangkaian pelaksanaan peringatan HUT RI tingkat Puncak Jaya pada awalnya mengacu pada Surat Mensesneg RI tanggal 6 Juli 2020 yang memuat Pedoman Peringatan HUT RI tahun 2020. Diawali Rapat Persiapan serta pembentukan panitia dipimpin langsung Bupati Puncak Jaya yang diantaranya memutuskan ditiadakannya Resepsi kenegaraan maupun lomba – lomba yang kerap ramai dalam mengisi jelang peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan di Puncak Jaya. Selain itu, Upacara peringatan HUT RI yang biasa dilaksanakan di Distrik – distrik tahun ini ditiadakan.

Selaku Ketua Panitia, Mulyadi, S. Sos, M.AP, M. KP mengemukakan bahwa “Tahun lalu peringatan HUT RI ke 74 dilaksanakan oleh Kodim 1714/PJ, tahun ini menjadi giliran Polres Puncak Jaya untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Waktu yang semakin mendesak maka semua pihak dan panitia harus bekerja cepat dan tepat serta berkoordinasi ddngan pihak terkait agar peringatan HUT Puncak Jaya dapat berjalan lancar”Jelasnya.

Tepat 10.00 WIT Upacara HUT RI Ke 75 dimulai di Lap. Alun-alun Kota Baru Pagaleme, senin (17/8).
Secara teknis, upacara pengibaran berjalan lancar dan khidmat. Petugas Upacara dipercayakan selaku Komandan Upacara pengibaran Lettu Dharmawansyah dan Perwira Upacara AKP. Lambertus (Kapolsek Mulia), sedangkan bertindak sebagai Inspektur upacara, Bupati Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM dihadapan ratusan peserta Upacara yang berasal dari Kesatuan Raider 900, 753/AVT, Kodim 1714/PJ, Polres PJ, Brimob, ASN, Instansi Verikal, BUMN/BUMD, Kepala Kampung, Ormas, Sekolah Alkitab, Siswa/i SMP, SMU dan SMK Se Kota Mulia.

Dari tenda kehormatan hadir Muspida yakni Ketua DPRD Zakarias Telenggen, Kapolres PJ AKBP. Mikael Suradal, MM, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M. AP, M. KP, Para Asisten Sekda, Para Staf ahli, Pejabat Eselon II, III dan para Kepala Distrik dengab mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yakni menggunakan masker dan menjaga jarak.

Berbeda dari tahun sebelumnya, upacara Hari Kemerdekaan dan Pengibaran Bendera Merah Putih hanya melibatkan 7 orang anggota paskibra saja. AKP. Lambertus menyampaikan bahwa banyak hal yang mengalami penyesuaian, termasuk tidak adanya pengukuhan Paskibra tahun ini. Namun kami siap melaksanakan tugas dan amanat untuk kesuksesan Upacara.

Suasana khidmat nampak terlihat dalam upacara pengibaran Bendera Merah Putih hal berbeda dalam pelaksanaan upacara pada hari ini yakni Dalam pelaksanaan Pembacaan teks Proklamasi yang dibacakan oleh Ketua DPRD Zakaria Telenggen dan Doa yang dibawakan Kepala Kantor Kementerian Agama Puncak Jaya.

Selepas upacara Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM dalam jumpa persnya menuturkan bahwa “Kita harus bersyukur karena hari ini karena upacara boleh berlangsung dengan baik dan aman serta kondusif. Usia 75 tahun adalah usia yang cukup matang. Peningkatan kemajuan daerah semua harus bersandar kepada aturan dan sesuai protokol kesehatan, mulai pake masker dan jaga jarak. Harapan kedepan yakni tanggung jawab daerah harus menjadi tanggung jawab semua pihak mulai anak sekolah, TNI Polri, ASN, ormas harus ikut mengisi dan menjaga pembangunan, bukan hanya tanggung jawab pimpinan saja. Pembangunan dan pemerintahan harus terus berjalan” jelas Bupati Yuni.

“Saya mengapresiasi seluruh masyarakat dan panitia yang ambil bagian penuh mulai sejak kerja bhakti pembersihan Kota Mulia sampai upacara selesai dengan antusias luar biasa meski masa pandemi Covid-19. Sesuai tema dari Presiden RI, yaitu Indonesia Maju maka kedepan segala aspek kehidupan juga harus ada kemajuan yang signifikan. Diusianya yang ke 75 sebagai Bangsa yang besar ini beragam suku bangsa, agama, bahasa harus kita rawat dan jaga persatuan dan keutuhannya. NKRI adalah harga mati.”bebernya.

#humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply