PENGGELAPAN DANA KAMPUNG 2019 KEMBALI DIUNGKIT, INI REAKSI KEPALA KAMPUNG

0

 

Pers Release No : 002/HUMASPJ/I/2021

Mulia – Isu penggelapan dana Kampung Tahun 2019 kembali menyeruak dari Kejaksaan Tinggi Papua. Pasalnya, tim dari Kejaksaan Tinggi Papua kembali melakukan pemeriksaan kepada kepala kampung langsung di Puncak Jaya. Kali ini Kejaksaan memberikan panggilan kepada beberapa kepala kampung dari total 302 Kampung di Kabupaten Puncak Jaya.

Kunjungan Tim Pemeriksa dari Kejati ke Mulia sontak menuai protes dari para kepala kampung yang di gelar di Distrik Mulia (14/01).

Sesuai surat panggilan, pemeriksaan seharuanya dilakukan pada Rabu (13/01) namun ditunda karena agenda pelantikan Sekda Definitif Puncak Jaya. sehingga acara pemeriksaan direncanakan pada hari Kamis. Kendati demikian hal tersebut tidak terlaksana sebab pihak Kejaksaan pun telah Kembali ke Jayapura.

Mendengar hal tersebut kepala – kepala Kampung melakukan aksi protes dan menyampaikan aspirasinya kepada media. Menurut mereka tidaklah etis jika pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Tinggi papua itu hanya diperuntukkan kepada beberapa kepala kampung sebab Puncak Jaya memiliki 302 Kampung. Mereka meminta jika diperiksa harusnya dilakukan secara keseluruhan.

“Kejati tidak boleh memberikan surat pemeriksaan kepada beberapa Kepala Kampung saja, sebab menyangkut pencairan dana kampung itu dilakukan oleh semua Kampung yang ada di Puncak Jaya yakni 302 Kampung. Lain kali bila memberikan surat pemeriksaan harus semua jangan hanya beberapa saja” Ucap Metiles Telenggen Kepala kampung Igimbut.

Menurut mereka ada provokator yang mencoba mengganggu proses pemerintahan di Puncak Jaya. “Kami sudah tahu siapa oknum – oknum yang sedang bermain tersebut. Jadi pihak kejaksaan harus memeriksa juga para oknum – oknum yang sedang bermain tersebut. Kondisi saat ini khususnya Wilayah II masih sibuk persiapan untuk pembayaran denda adat pasca konflik Pilkada Bupati di 2017 lalu. Maka Hal ini hanya akan memunculkan masalah baru dan akan menghancurkan kerukunan kehidupan masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan tersebut. Jadi diperiksa baik para oknum – oknum itu” tegas Metiles.

Kepala Kampung Nanegeme, Eminus Wonda memahami proses hukum yang ada namun juga harus melihat pertimbangan dampak psikologis masyarakat Puncak Jaya. Menurutnya jika benar keadilan yang dicari maka tentu harus lihat kedua sisi baik dan buruk. “Kondisi Puncak Jaya saat ini sudah aman. Masyarakat saat ini sibuk dengan aktivitas masing – masing dan pembangunan pun berjalan lancar. Dengan demikian isu penggelapan dana kampung yang sedang dipermainkan oleh beberapa oknum dengan mengatasnamakan masyarakat hanya akan menguntungkan kepentingan oknum tersebut, bukan masyarakat keseluruhan. Malah akan memicu masalah baru jadi saya berharap agar para oknum – oknum tersebut yang bermain tersebut untuk berhenti” ucap Eminus.

Turut hadir juga kepala Distrik Mulia Tekiles Wonda, SSTP, Kepala Distrik Pagaleme Yotinus Wonda, SSTP, Kepala Distrik Muara Yoses Kogoya,S.Sos, Kepala Dsitrik Tingginambut Yoten Tabuni,A.ma.Pd dan Kepala Distrik Gurage Warius Tabuni, S.Sos serta Kepala – Kepala Kampung dari 302 Kampung.

#humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply