MUSNAHKAN 1 TON BARANG KADALUWARSA, MASIH DITEMUI PEDAGANG NAKAL

0

Pers Release No: 098/HumasPJ/VII/2021

Mulia-Sebagai bentuk evaluasi dan perlindungan konsumen dan pengawasan ijin usaha, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Puncak Jaya menyelenggarakan pemusnahan barang expire si Pasar Nagalomuni. Kegiatan merupakan rangkaian sidak ijin usaha para pemilik kios, Kamis (22/07)

Dari informasi yang diterima media, kegiatan pemeriksaan berjalan satu minggu sejak 15 juli 2021. Tím Lapangan sebanyak tiga beroperasi di wilayah Distrik Nume, Distrik Ilu dan Distrik Mulia yang beranggotakan 120 orang.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Koperindag selaku Ketua Tim gabungan Ewonggen Kogoya, S.Th, M.Si mengungkapkan bahwa tujuan sidak dimaksudkan untuk menjamin kesehatan dan keamanan serta melindungi konsumen.

Dirinya menghimbau kepada para pelaku usaha perdagangan selepas sidak agar mengikuti aturan main. “Jangan ada lagi yang menjual barang kadaluwarsa kepada masyarakat sekitar. Karena Masyarakat banyak yang tidak bisa membaca dan mengerti apa itu namanya barang kadaluwarsa. Jangan memanfaatkan situasi itu untuk cari untung disini” tegas Ewonggen.

“Tim gabungan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada para pedagang bila dikemudian hari masih ditemukan transaksi produk kadaluwarsa akan ditindak tegas sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen dan ketentuan yang berlaku.” lanjutnya.

Terkait ijin usaha yang sudah tidak berlaku, pihaknya akan memberi teguran bertahap sampai dengan saksi berat yaitu penutupan usaha sementara sampai dengan pencabutan izin usaha.

Dari hasil sidak, ditemukan barang kadaluwarsa dan tak layak pakai sebanyak 1 ton. Kriteria dimaksud yang cukup menonjol diantaranya pangan daging yang tanpa proses pembekuan selanjutnya akan dikirim kepada Badan POM Provinsi Papua guna dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Bupati Puncak Jaya yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Esau Karoba, S.PAK, M.Si menyebutkan “Pemusnahan barang kadaluwarsa ini untuk menjamin kepastian hukum dan memberikan perlindungan kepada masyarakat/konsumen. Tindakan ini juga untuk melindungi masyarakat dari persoalan kesehatan atau ancaman bakteri yang terdapat pada barang kadaluwarsa” bebernya.

Pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut dalam rangka menertibkan pelaku usaha dengan menciptakan persaingan usaha yang sehat dan adil guna meningkatkan kepercayaan publik kepada pemerintah. Selain itu diharapkan terjadi peningkatan investasi diwilayahnya.

“Melalui sidak ini, banyak masyarakat yang akan mengerti apa itu barang kadaluwarsa. Kasian jika mama-mama yang jualan sayur dipasar datang jauh dari sebelah gunung kalau jualan habis laku uangnya dipake beli barang menjadi sakit karena barang expire” pungkas Esau.

Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris DPRD Daut Wendamili, Kepala BPPRD Mus Kogoya dan Kepala DPMPTSP Yusuf Talebong. Hadir pula Pasi Ops Kodim 1714/PJ Kapt. Inf Daniel Sine dan Danramil Mulia Kapt. Inf Harapan. Dari pihak toga Wakil klasis GIDI Mulia Pdt.Telius Wonda, Kepala Suku Yulenus Wonda, dan Kadistrik Mulia Tekiles Wonda, SSTP bersama pedagang kios.

#HumasPJ

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply