MULAI BUKA PEMBELAJARAN TATAP MUKA (PTM), KADIN P&K MINTA PATUHI PROKES, INI SYARATNYA

0

Pers Release No : 122/Prokompim/IX/2021

Mulia – Untuk lebih mengoptimalkan proses belajar mengajar di Puncak Jaya, Pemda lewat Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan kembali menerapkan proses pembelajaran tatap muka di sekolah. Hal ini dilakukan setelah terbitnya edaran terkait SKB pembelajaran tatap muka dari 3 Menteri.

Kepala Dinas P&K Amir Wonda, S.Pd yang ditemui diruang kerjanya, Kamis (16/09) menjelaskan bahwa dilaksanakannya kembali proses belajar secara langsung merupakan hasil tindak lanjut dari hasil pertemuan tenaga pendidik dan kependidikan se-kabupaten Puncak Jaya bersama Bupati Dr. Yuni Wonda beberapa waktu lalu di SMP N Pruleme.

“Sesuai dengan hasil pertemuan Dinas P&K, guru-guru dengan Bupati Yuni. Beliau mengarahkan kami untuk mulai mengaktifkannya kembali proses belajar secara langsung, terhitung mulai hari senin 6 september 2021. Keputusan ini diambil karena kami di Puncak Jaya masih dalam kategori zona hijau dari pandemi Covid-19″ jelas Amir Wonda.

Keputusan ini diambil tentu tidak mudah, setelah dilakukan koordinasi dengan Tim gugus tugas covid-19 Puncak Jaya yang menyatakan grafik perkembangan Covid-19 di Puncak Jaya cukup menurun baik dari kasus maupun peningkatan angka kesembuhan serta Bed Occupancy ratio (BOR) di RSUD yang sudah kosong. Dari data diperoleh grafik, Puncak Jaya berada pada zona hijau ataupun zona aman. Selain itu juga pemberlakukan PPKM Level III, Sehingga dengan data tersebut, baru dapat diambil keputusan untuk melakukan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah masing-masing.

Kendati demikian, Amir juga mengingatkan agar pengaktifan kembali proses belajar tatap muka diharapkan tetap mematuhi persyaratan tertentu. Diantaranya aturan protokol kesehatan karena menurutnya pendidikan memang utama, namun keselamatan jiwa peserta didik lebih utama. Dikesempatan itu, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan gugus tugas untuk memantau perkembangan Covid-19 di Kabupaten Puncak Jaya jika sewaktu-waktu ada perubahan signifikan.

“Dalam proses belajar secara langsung kami telah menekankan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk memastikan agar fasilitas pendudukung prokes memadai. Selain itu pihaknya meminta agar PTM tetap dilakukan terbatas dengan jumlah satu kelas Max 50%. Pihaknya juga meminta orang tua siswa dan peserta didik agar tetap menerapkan protokol kesehatan yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Kedepannya jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan kami dari Dinas P&K akan kembali menerapkan belajar secara online yang dilakukan di rumah masing-masing” beber Amir Wonda.

Pihaknya juga mengaku bangga kepada PGRI yakni para guru yang proaktif telah mengikuti vaksinasi sebanyak 150 tenaga pendidik. Dengan hasil tersebut, Kadin mengaku siap bersama jajaran untuk mulai mengajar normal.

Salah seorang siswa kelas I SMU yang ditemui, Temiron Wonda mengaku sangat senang bisa bertemu dengan temannya lagi. Dirinya menjelaskan bahwa siswa Kelas III masih tetap masuk seperti biasa karena persiapan ujian.

Mengulang statementnya, Amir Wonda kembali menghimbau agar para guru dan siswa/i tetap mematuhi protokol kesehatan “Kami berharap siswa siswi kami serta seluruh guru untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh tim Gugus Covid-19 Puncak Jaya. Hal ini penting untuk mencegah perkembangan wabah Corona serta menghindari munculnya cluster baru” harapnya.

#Prokompim

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply