KEPALA PUSKESMAS MULIA DIVAKSIN PERDANA, INI REAKSINYA

0

Nomor Pers Release : 017/PR/HumasPJ/II/2021

Mulia_Hari ini Puncak Jaya perdana lakukan injeksi Vaksin Sinovac perdana bagi tenaga kesehatan (dokter, perawat dan bidan) dan masyarakat guna memberikan kekebalan kepada serangan virus Novel Coronavirus-19 (n-Cov19) di Kabupaten Puncak Jaya bertempat di Sasana Kawonak, Jumat (26/2).

Kegiatan hari ini adalah sebagai lanjutan Pelatihan Tata laksana Vaksinasi bagi Vaksinator di fasyankes kerjasama BBPK Makassar dan Dinkes Prov. Papua, kemarin (25/2) yang dibuka Plh. Sekda Yahya Wonerenggo.

Sebagai penerima vaksin pertama Kepala Puskesmas Mulia Drg. H. Miftahul Huda mendapat kehormatan menerima imunisasi Covid-19 yang akan dilakukan 2 tahap tepat pkl. 14.00 WIT. Tim Vaksinator yang telah dilatih, langsung terjun melakukan praktek secara bergantian dari RSUD sampai ke Puskesmas kepada nakes namun tetap mendapat asistensi dari pelatih.

Tidak mudah untuk memperoleh Vaksin Sinovac selama kondisi sehat dan memenuhi kriteria/ persyaratan Vaksin dapat diterima. Mekanisme pun harus memenuhi standar protokol Kesehatan.

Yamamoto selaku Kasi P2PTM Dinkes Provinsi Papua menjelaskan SOP pelayanan khusus pemberian vaksin “Calon penerima mendatangi Meja registrasi I-A (registrasi online/aplikasi) dan Meja I-B (registrasi offline) dengan membawa KTP untuk didaftar. Selanjutnya penerima/peserta pindah ke meja II (Screening) dimana akan dicek/identifikasi dengan pertanyaan dan diperiksa suhu tubuh tidak boleh diatas 37 derajat celsius dan tekanan darah tidak boleh tinggi atau melampaui 180/110 mmHg serta cek kolesterol/gula darah.” terangnya.

Rentetan pertanyaan yang diberikan pun seputar kesehatan, diantaranya riwayat kontak dengan pasien Covid sebelumnya atau sudah terpapar, status hamil ditunda sampai melahirkan dan ibu menyusui boleh divaksin, riwayat alergi, penyakit kronis, asma dapat diberikan dalam kondisi terkontrol. Sedangkan jika punya riwayat jantung, ginjal kronis, cuci darah, penyakit hati/lever, kanker maka vaksin tidak dapat diberikan.
Adapun Diabetes Melitus dan HIV dapat diberikan dengan kondisi tertentu. Sedangkan khusus lansia jika memenuhi kriteria kesehatan tertentu.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika dinyatakan memenuhi syarat/Screening bagus maka peserta melanjutkan ke Meja III (Vaksinasi) dimana akan diberikan penjelasan dan diinjeksi oleh petugas yang menggunakan APD lengkap. “Sampai di Meja IV (Observasi) peserta yang sudah disuntik akan dipantau selama 30 menit kedepan untuk melihat reaksi tubuh. Selanjutnya setelah itu jika tidak ada gejala maka diberikan kartu vaksin dan mengisi status serta akan diberikan penjelasan untuk suntikan/dosis kedua.”ungkap Yamamoto.

Ditemui 30 menit setelah vaksinasi, ditanya terkait reaksinya, Kepala Puskesmas Drg. H. Miftahul Huda yang juga merupakan salah seorang tokoh agama islam di Mulia mengungkapkan reaksinya.

“Sebagai orang pertama yang divaksin di Puncak Jaya kami ucap terima kasih kepada Pemda dan Bapak Bupati yang telah fasilitas nakes, setelah disuntik kami tidak rasa apa-apa(normal) tidak pusing, sesak dsb. Oleh karena itu jangan takut, saya mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk menyukseskan dan berpartisipasi dalam Vaksinasi Covid-19.” Kapus Mulia.

#humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply