KEJAR TARGET 80% VAKSINASI, JUBIR COVID-19 PUNCAK JAYA MINTA PUBLIK JANGAN TAKUT DAN PERCAYA SAJA KEPADA PEMERINTAH

0

_Pers Release : 097/PR/HUMAS/VII/2021

Mulia_Dengan mengerahkan kekuatan penuh, Vaksinasi massal khusus ASN yang melibatkan Dinas Kesehatan, RSUD Mulia dan Puskesmas Mulia membuka pelayanan di Depan Sasana Kawonak, Rabu, (21/7). Ikut terlibat personil Kodim 1714/PJ dan Satpol PP sebagai pengamanan dalam menertibkan calon penerima vaksin yang antusias sejak pkl. 09.00 pagi.

Terpantau sejumlah tenaga kesehatan yang seharinya berseragam APD lengkap nampak serius menanyakan kondisi kesehatan sampai latar belakang penyakit yang diderita sebelum dilakukan vaksinasi. Dengan nomor antrian, sejumlah ASN memegang KTP ikut antri untuk di panggil di 4 Meja berbeda. Pada tahap akhir, mereka yang telah disuntik menunggu observasi sekitar 30 menit untuk melihat reaksi vaksin terhadap kondisi tubuh.

Salah seorang resepien vaksin, Yominus yang merupakan CPNS mengungkapkan pada awalnya takut untuk divaksin karena beredar hoax yang meresahkan. Namun setelah mencoba dirinya mengaku lega karena ikut program pemerintah. “Pemerintah pasti ingin yang terbaik untuk masyarakat, kalau bukan kita siapa lagi yang mau dukung. Cuma ini salah satu cara partisipasi” tuturnya.

Dijumpai ditengah pelayanan, dr. H. Muh. Nasir Ruki Al bugsy, Ssi, M. Kes, Apt, Sp. GK selaku Juru bicara Gugus Tugas Percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 Puncak Jaya mengungkapkan “Hari ini kita lakukan vaksinasi sebagai langkah pengendalian penyebaran Virus Corona. Kita targetkan sekitar 500an vial untuk ASN, mudah mudahan bisa terealisasi. Ada 3 hal pokok yang pemerintah ingin tekankan sebenarnya yakni pertama menggalakkan vaksinasi, menggalakkan testing dan terakhir pelacakan/tracing. Saat ini Puncak Jaya saat ini sudah mencapai 30% tervaksinasi. Selama belum mencapai 80% dari populasi kita masih harus jaga prokes 3M. Kalau sudah diatas 80% kita sudah bisa lepas masker” jelas dr. Nasir. Hal itu berani dikemukakan karena publik telah memiliki kekebalan mandiri (herd imunity).

Pihaknya juga menambahkan bahwa orang yang telah divaksin tahap pertama memiliki kekebalan 65% sembuh, dan jika vaksin kedua memiliki kekebalan 80% potensi kesembuhan jika terpapar Covid-19 dibanding mereka yang tidak divaksin. Kendati demikian dirinya mengajak kepada yang baru saja divaksin agar tidak sok dan berkeliaran. Tetapi harus beristirahat total dan menjaga gizi dan istirahat cukup selama 28 hari agar terbentuk kekebalan tubuh pribadi, bahkan seusai vaksin kedua.

“Hidup mati itu hak perogratif Tuhan, tetapi sebagai hambaNya kita harus tetap berusaha dan berdoa, vaksin ini salah satu caranya” jelasnya.

Dr. Nasir menambahkan “Masyarakat jangan takut, semua pelayanan kesehatan dari pemerintah ini gratis. Kalau ada rasa gejala cukup datang ke puskesmas dan RSUD lakukan testing mandiri yang dilakukan secara gratis tidak seperti dizona lain harus bayar. Semakin sering testing kita semakin aman” imbuhnya.

Hal ketiga diungkapkan yakni Tracing/pelacakan adalah masyarakat diminta berpartisipasi apabila ada masyarakat yang dilingkungannya yang sempat kontak didorong untuk inisiatif dengan kesadaran sendiri melakukan test.

“Kemudian yang positif yang sedang menjalani isolasi mandiri (ISOMAN) selama 14 hari kami minta jangan berkeliaran, jangan ke tempat ibadah, jangan ke kantor, tempat umum/pasar ini demi keamanan kita semua. Kalau masih berkeliaran sangat membahayakan” jelasnya.

Terkait hoax Jubir Covid menegaskan bahwa sesuai aturan hukum siapa yang membuat dan menyebarkan Hoax dan kabar bohong terkait Covid-19 akan kena pasal ITE dan dipidana. “Kalau mau aman tidak usah dengarkan yang lain dari media sosial atau lain, cukup percaya saja sama pemerintah Bapak Bupati, bapak Presiden, Kapolres dan Dandim. Kalau kita dengarkan yang lain malah akan mengacaukan program pemerintah.”tegasnya.

#Humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply