JELANG TAHUN AJARAN BARU, BUPATI PIMPIN RAPAT KEPALA SEKOLAH SE KOTA Mulia, INI KEPUTUSANNYA

0

Pers Release No: 070/HumasPJ/IV/2020

Mulia_ Menyongsong masuknya tahun ajaran baru serta bersama dengan penerimaan peserta didik baru dan kelanjutan Pendidikan siswa SD, SMP, SLTA dan lulusan SMA/SMK untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi pada masa pandemi covid 19, Bupati Puncak Jaya beserta jajaran Dinas P&K serta Kepala Sekolah TK, SD, SMP, SMA, dan SMK mengadakan pertemuan dengan tetap mengikuti Protokol Kesehatan di Aula SMP Negeri I Mulia, Selasa (9/6).

Sudah menjadi isu yang hangat saat ini bahwa, terkait rencana normal baru/ new normal  dalam bidang pendidikan yang diperuntukkan bagi peserta didik dan tenaga pendidik masih menjadi polemik secara nasional. Kini persoalan tersebut juga menjadi salah satu agenda penting di Puncak Jaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.KP, Kepala Dinas P&K Amir Wonda, S. Pd dan Para Kepala sekolah (TK/PAUD, SD, SMP ,SMA/ SMK se Kota Mulia).

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM dalam arahannya menyampaikan “Kita harus mengakui bahwa covid-19 belum berakhir, jadi apa yang telah diputuskan oleh provinsi kita harus mengikuti dengan melaksanakan keputusan tersebut, perpanjangan masa karantina di Kabupaten Puncak Jaya yang berlanjut sampai dengan tanggal 11 juli. Oleh karena itu kita harus tetap mengikuti peraturan serta protokol kesehatan yang berlaku, termaksud proses belajar mengajar yang tetap di laksanakan di rumah masing-masing” jelas Bupati.

Salah seorang perwakilan Kepsek TK/Paud Nagalo Marannu, Suriyati Suppa. S. Pd mengungkapkan bahwa “Selama pandemi covid 19 kami tidak mengadakan proses belajar mengajar, seperti yang kita ketahui anak TK yang pola belajarnya ialah Belajar sambil Bermain kami memiliki kendala yakni permainan yang ada di Sekolah masih dalam kategori standar sehingga kami tidak bisa memberikan atau meminjamkan kepada orang tua murid sehingga proses belajar sambil bermain di rumah mungkin terkendala maka dari itu kami membutuhkan bantuan untuk mengadakan beberapa peralatan yang di butuhkan oleh anak-anak” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut diutarakan Kepsek SMK Rinda Pardede, S. Pd. Mereka mengusulkan  permintaan mewakili jenjang pendidikan menengah yang membutuhkan tenaga tambahan berupa guru kontrak. Kepala sekolah berharap agar guru honorer yang lulus dalam seleksi tes CPNS 2013/2015 agar dapat kembali ditempatkan di institusi tempat mereka mengabdi.

Adapun keluhan dari para Kepala Sekolah tentang guru honorer yang belum maksimal dikarenakan masih digaji secara mandiri oleh sekolah. Kedepan merka berharap para guru honorer yang selama ini dibebankan ke sekolah dapat diambil kebijakan guna dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Puncak Jaya, kendati aturan K2 sudah dicabut oleh Pemerintah Pusat.

Tidak dapat dipungkiri selama masa lockdown sontak membuat proses belajar mengajar (PBM) berhenti total. Kerinduan para guru-guru akan kembalinya aktivitas persekolahan menjadi usulan dan aspirasi mereka. Disisi lain waktu terus bergulir, jadwal penerimaan peserta didik baru sudah didepan mata, suka tidak suka, mau tidak mau penerimaan siswa didik baru harus segera dilaksanakan bulan ini.

Setelah melalui diskusi panjang dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan kondisi rik, maka pada akhirnya Bupati Puncak Jaya selalu kepala daerah memutuskan bahwa mulai hari Senin tanggal 15 Juni 2020 aktivitas persekolahan kembali berjalan, dan masih diprioritaskan untuk pelaksanaan penerimaan peserta didik  tahun ajaran baru 2019/2020 dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Adapun teknis pelaksanaannya, masih akan dibahas di jajaran dinas.

Rapat yang dibuka Pkl. 09.00 WIT berakhir sampai pkl. 18.00 WIT petang, ditutup dia dan peserta rapat kembali ke rumah masing-masing.

#HumasPJ

Share.

About Author

Leave A Reply