GILIRAN PARA GURU, BUPATI JANJI BERIKAN HADIAH TOTAL 500 JUTA BAGI GURU TELADAN

0

Pers Release No:114/IX/Prokompim/2021

Mulia- Kali ini menjadi giliran para pahlawan tanpa tanda jasa mendapat jatah untuk dievaluasi keberadaannya oleh Bupati. Tepat 09.00 WIT, Bupati melakukan Rapat Pengecekan guru dari tiap Sekolah yang ada di distrik yang dihadiri para tenaga pendidik dan kependidikan, Bertempat di SMP Negeri 1 Mulia, Rabu (1/9).

Sebagai salah satu urusan prioritas, Persoalan pendidikan menjadi sasaran utama Bupati dan jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan dan tenaga pendidik yang salah satunya adalah melakukan evaluasi para guru.

Hadir dalam rapat tersebut Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.IP, MM, Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kunday Manggaprow. Hadir pula pengurus PGRI Puncak Jaya Yuventius Mangalik bersama para guru dan tenaga pengajar dari jengang TK, SD, Smp, sampai SMA/SMK.

Tanpa berlama-lama, Sekda membuka rapat dengan langsung mengabsen kehadiran yang dibacakan oleh Sekda dari tiap-tiap sekolah mulai dari tingkat Paud/TK, SD, SMP, dan SMA/SMK. Dalam pengecekan tersebut diketahui ada beberapa guru yang telah meninggal dunia, bahkan ada yang tidak aktif mengajar dengan berbagai macam alasan namun gaji masih tetap berjalan. Diketahui total keseluruhan pendidik baik ditingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK sebanyak 409 pengajar.

Perlu diketahui bahwa evaluasi ini adalah buntut panjang dari terbitnya surat edaran dari BPKP RI terkait indikasi beberapa PNS yang gaji dan tunjangan masih dibayarkan kendati sudah pindah, tidak aktif bahkan sudah MD.

Bupati Yuni dalam arahannya menyampaikan “Setelah pengecekan ada beberapa hal penting yang perlu saya sampaikan terkait sangsi yang akan diberikan kepada guru-guru yang melanggar aturan, dan kepada Dinas harus lebih proaktif untuk guru-guru agar setiap triwulan harus membuat laporan rapat evaluasi agar setiap guru wajib mengajar ditempat tugasnya masing-masing” ucapnya.

Ditengah rapat, Bupati memberi sanksi tegas kepada pimpinan sampai pengajar SD Mewoluk yang terindikasi “makan gaji buta”. Sebagai konsekuensi, Bupati menegaskan agar gaji guru sampai gaji Kepala Sekolah yang tidak boleh diberikan sampai bulan Oktober nanti. Bupati sangat menyesalkan tindakan staf bahkan kepsek SD mewoluk yang secara berjamaah/kolektif tidak menunjukkan pengabdian sebagai pengajar dengan semestinya.

Hal tersebut merupakan peringatan keras sekaligus contoh penegakan disiplin agar lebih bertanggung jawab terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pengajar. Bukan tanpa sebab, kebutuhan akan tenaga pengajar saat ini di Puncak Jaya menempati peringkat teratas setelah tenaga kesehatan. Kebutuhan akan pendidikan bagi generasi muda Puncak Jaya masih sangat tinggi dibeberapa distrik pedalaman. Belum lagi lokasi sekolah yang jauh di distrik harus ditempuh anak – anak dengan berjalan kaki turun naik gunung sampai menyeberang kali Yamo.

Namun dibalik sanksi tegas tadi, Bupati Yuni mengakui bahwa jalur pendidikanlah yang mampu membesarkan dirinya sampai mampu meraih gelar Doktor. Dirinya mengingatkan agar para pengajar lebih serius mengabdi tanpa pamrih terutama yang mendapatkan penempatan di pelosok. Dirinya mengakui segala keterbatasan didaerahnya bukanlah penghalang untuk mengabdi dan meninggalkan tempat tugas dengan berbagai alasan. Menurutnya persoalan jaminan keamanan bukan menjadi alasan saat ini karena Puncak Jaya masih terkondisi aman selama 3 Tahun lamanya. Jika ada usaha serius pasti ada jalan yang dimudahkan Tuhan, terangnya.

Dalam rangka menambah moril, dirinya berjanji akan memberikan reward senilai total 500 jt untuk tenaga pengajar yang dianggap menjadi contoh teladan baik. Sebagai ujung tombak pendidikan, Bupati berharap ada sosok guru yang tampil memperoleh penghargaan tertinggi tersebut. Sontak statement tersebut menjadi angin segar yang disambut tepukan meriah para peserta yang hadir. Hal ini menurutnya menjadi motivasi agar para pengajar lebih kreatif dan kompetitif dalam memberikan pelayanan prima kepada peserta didik.

Senada dengan hal itu Sekda Puncak Jaya, H. Tumiran, S. Sos, MAP mewarning jajaran dinas untuk lebih memperhatikan disiplin jajarannya. “Untuk pengangkatan tenaga honorer baru saat ini telah ditiadakan, dan apabila terdapat guru-guru yang telah lama tidak bertugas harus diberi surat peringatan dan panggilan jika masih tidak aktif maka gaji akan ditahan dan dikembalikan ke Kasda” bebernya.

Sekretaris Dinas P&K, Manggaprow menambahkan “Mulai bulan september sesuai dengan kesepakatan bersama, gaji akan diterima langsung oleh masing-masing guru dan tidak boleh diwakilkan adapun yang tidak aktif lebih dari 3 bulan maka gaji akan di STS kan” jelasnya. Manggaprow mengungkapkan persoalan tenaga pengajar masih menjadi PR jajarannya untuk lebih selektif memantau tenaga pendidik. Selain itu pihaknya juga telah menginventarisir berbagai kendala berdasarkan masukan dan saran serta kritik untuk dijadikan bahan evaluasi kedepan.

#Prokompim

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply