GAGAS BAKAR BATU HASIL BUMI, BUPATI YUNI WONDA : MASALAH KEAMANAN SELESAI, SEKARANG KITA BICARA PEMBANGUNAN

0

Pers Release No : 142/Prokompim/XI/21021

Mulia – Asap putih membumbung tinggi di Distrik Muara pertanda diadakannya upacara adat Bakar Batu. Bakar Batu kali ini merupakan bentuk syukur masyarakat yang telah diresmikannya pasar sentral Muara serta Pasar Dagai, Fawi, Irimuli secara Simbolis dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) oleh Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S.IP, MM, di Lapangan Distrik Muara, Kamis (04/11).

Sebelum menuju lokasi peresmian, Bupati bersama Forkopimda sempat meninjau proyek pengaspalan jalan ruas Trans Papua Karubate-Kulirik. Ruas jalan aspal yang dikerjakan menggunakan AMP dengan penambahan lebar yang cukup signifikan.

Hadir pula dalam acara Bakar Batu tersebut Wakil Ketua II DPRD Yoranius Wonda, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Rofi Irwansyah bersama Ketua Persit Ny. dr. Angky, Kapolres Puncak Jaya Kompol Ridwan, SH, MH. Hadir pula Sekda H. Tumiran, S. Sos, M. AP disampingi Ketua DWP Hj. Manikem, S. Sos, M. AP dan Ketua Klasis GIDI Mulia Pdt.Telius Wonda dan Kadistrik Muara Yoses Kogoya. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Lorien Yoman.

Bakar Batu kali ini sangatlah unik dan pertama kali dilakukan dalam Masa Kepemimpinan Bupati Dr. Yuni Wonda. Biasanya masyarakat Lani akan memasak Wam/ayam setelah peresmian atau syukuran, namun yang berbeda kali ini dimana masyarakat hanya memasak hasil bumi asli Puncak Jaya berupa jagung, keladi, ubi dan sayuran lainnya alias vegetarian. Bupati mengakui kali ini harus berbeda dan khusus makanan sehat sehari jelang peresmian.

Disela sela acara bakar batu sayur, perwakilan mama – mama lani menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Bupati Puncak Jaya yang telah meresmikan pasar rakyat. Salah seorang perwakilan Nelina Morib menuturkan “Kami tidak perlu lagi bayar ojek untuk mengantar kami ke pasar kota baru/Pagaleme. Untuk itu kami berharap Bupati beserta Muspida dan pegawai bisa belanja di pasar Muara pada hari selasa dan kamis” harap Nelina.

Perwakilan masyarakat lain, Wekiron Enumbi mengungkapkan rasa syukurnya mengingat dalam kepemimpinan Bupati Yuni Wonda Puncak Jaya kali ini dalam keadaan aman dan damai. “Bapa bangun jalan dari Bandara ke Kulirik kami sudah nikmati, jadi bapa lanjut terus pembangunan. Kami jaga dari siapapun yang ingin ganggu” tuturnya.

Kendati diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menggelar bakar batu. Terlihat Bupati bersama Muspida serta seluruh tamu undangan sangat menikmati hasil bumi yang disediakan masyarakat Distrik Muara serta sebagian dari warga Mewoluk. Sesekali para pemuda dan pemudi lani berkumpul untuk menghibur hadirin dengan tarian khas lani (wuisisi) dengan beberapa kali pesawat terbang jenis caravan melintasi langit tempat acara.

Dalam sambutannya setelah makan bersama, Bupati Dr. Yuni menyampaikan rasa bangga atas hasil bumi yang telah disediakan “Hari ini kita makan hasil bumi di ujung bandara Mulia (Muara) di lapangan terbuka sebagai bentuk kebersamaan masyarakat, kebersamaan ini merupakan pondasi atau dasar penting untuk membangun Kabupaten ” imbuhnya.

Bupati menyebutkan bahwa dalam kepemimpinannya, pengaturan penempatan Jabatan pemerintahan telah diatur sesuai prinsip keadilan dan pemerataan dengan fokus pada anak daerah.” Bebernya. Hal ini terbukti dalam pejabat pemda ada perwakilan dari Muara.

“Masyarakat yang tinggal di area bandara hingga Distrik Yambi bisa berjualan dan belanja dipasar Muara, ini merupakan jawaban Pemerintah atas harapan masyarakat yang ingin dibangunkan pasar guna lebih dekat untuk memasarkan hasil bumi” jelas Bupati.

Dalam suasana haru, Bupati menuturkan janji yang pernah diucapkan dulu. “Saya pernah masuk ke Distrik Muara waktu itu, Bapak Nathan menanyakan Usia Kabupaten sudah berapa tapi hasil pembangunan belum terasa di Muara. Saya katakan saya telah terima Firman Allah, saat ini saya ada karena dan tujuan Firman itu. Saya bagian dari masyarakat untuk pembangunan, namun dalam perjalanan bukan berarti lupa dengan pembangunan di Muara, tetapi kekurangan pasti ada.” tuturnya.

Bupati menambahkan “Banyak persoalan diawal pemerintahan kami yang perlu diselesaikan. Terutama masalah keamanan dan perang suku kemarin sehingga pembangunan banyak terhambat belum lagi gangguan kemananan laon. Kemarin 12 Miliar dari pemerintah dan DPRD kita sudah selesaikan jadi sekarang kita harus bicara masalah pelayanan dan pembangunan. Selama masyarakat mau menerima dan menjaga, pembangunan akan jalan dan masuk. Yang penting, kita berjuang sama-sama sekarang kita nikmati hasil seperti kami pegang jagung ini, sisanya Tuhan yang akan buat mukjizat”Jelasnya.

Bupati Yuni menambahkan untuk terus menjaga keamanan yang telah membaik “Terkait menjaga keamanan bukan hanya tugas Pemda maupun TNI-Polri melainkan seluruh stakeholder yang ada. Semua unsur harus jaga keamanan, jadi kalau ada oknum yang masuk untuk provokasi dan ganggu harus kompak diusir” beber Yuni.

#ProkompimPJ #Papua #torangbisa

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply