DUKUNG PROGNAS VAKSINASI, BUPATI : KALAU TIDAK MAU VAKSIN, TIDAK BISA KEMANA-MANA TINGGAL SAJA DI MULIA

0

Pers Release No : 099/PR/Humaspj/VII/2021

Mulia_Pimpin Apel Gabungan ASN, Instansi Vertikal, dan Ormas, Bupati Puncak Jaya, serukan jajarannya untuk menyukseskan program Nasional Vaksinasi Covid-19, Senin (26/7). Hadir dalam apel, Wakil Bupati Deinas Geley, S.Sos, M. Si didampingi Sekda Tumiran, S. Sos, M. AP.

Membuka amanatnya, Bupati Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S. IP, MM mengajak jajarannya untuk mengheningkan cipta sebagai penghormatan terakhir atas meninggalnya Kepala BKD Provinsi Papua, Drs. Nikolaus Wenda, MM yang wafat kemarin (25 /7) di RSUD Jayapura. Bupati mengungkapkan bahwa Alm. pernah mengabdi dan mantan pejabat di Puncak Jaya. Selain itu dirinya memerintahkan untuk menaikkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Bupati Yuni Wonda menyebutkan bahwa Wabah Covid-19 telah banyak merenggut korban. Baik korban jiwa maupun materil dan perekonomian yang lumpuh sebagai akibat pemberlakuannya PPKM untuk membatasi aktivitas dan mobilisasi manusia.

“Banyak yang sudah kehilangan pekerjaan, ada yang dipecat. Jasa penginapan dan hotel, rumah makan banyak yang bangkrut dan gulung tikar. Kita sebagai ASN hanya bisa bersyukur karena gaji dan hak sebagai ASN tetap dibayarkan. Berbeda dengan pengusaha dan pedagang. Namun kenyataannya hari ini untuk ikut apel saja, peserta masih kurang dari biasanya. Sekda perintahkan Satpol PP segera dicek dikantor” tegas Bupati.

Bupati juga mengungkapkan poin hasil rapat lintas sektoral penanganan dan pengendalian Covid-19 kepada ASN yang diantaranya adalah menunjukkan hasil Swab Antigen, wajib memiliki sertifikat Vaksinasi Covid-19 dan memiliki KTP domisili Puncak Jaya. Bupati mengungkapkan bagi yang ingin masuk Mulia dan tidak memiliki KTP Puncak Jaya harus mendapatkan rekomendasi dari Bupati selaku Ketua Tim Gugus Tugas.

“Vaksinasi saat ini adalah sebuah keharusan dan kewajiban sebagai warga negara. Sertifikasi Vaksin saat ini sudah seperti KTP Kedua bagi mereka yang bepergian. Jika mau ke kota harus sudah punya Sertifikat vaksinasi yang diminta penerbangan. Jadi kalau tidak mau vaksin ya, tidak bisa kemana-mana tinggal saja di Mulia terus.” beber Dr. Yuni.

Terkait pelayanan Bupati meminta jajarannya untuk membatasi jumlah orang dalam ruangan. Hal ini meliputi pelayanan tamu atau pelayanan publik di kantor dengan tetap menjaga jarak aman.

“Batasi pelayanan perwakilan sudah cukup. Masyarakat datang dengan berbagai keperluan jangan semua masuk dalam ruangan, cukup perwakilan. Sangat resiko menerima orang dengan ruangan tertutup karena saat ini di Mulia yang Positif sudah banyak dirawat di RSUD atau Isolasi Mandiri di rumah. Yang meninggal dunia dari pejabat juga sudah ada, jadi jangan pandang remeh” tegasnya.

#HumasPj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply