DORONG INFRASTRUKTUR RUAS JALAN WUNDU – PURBALO, BUPATI : BANGUN PUNCAK JAYA PAKAI PENDEKATAN KENYAMANAN BUKAN PENDEKATAN KEKERASAN

0

Pers Release No : 109/ProkompimPJ/VIII/2021

Mulia – Jelang 4 tahun kepemimpinannya, Bupati Dr.Yuni Wonda, S.IP, MM fokus pada agenda peningkatan infranstruktur. Infrastruktur diharapkan sebagai jawaban atas keterisolasian antar distrik ke kampung.

Pembukaan jalan ditinjau langsung oleh Bupati Yuni Wonda didampingi Ketua KPUD Darinus Wonda, Kabid Binamarga Aris Rompon, ST bersama Kabag BPBJ Botten Tandipada, ST serta para kontraktor. Hadir pula para Kepala Distrik bersama kepala kampung serta para gembala Setempat. Sejak Pkl. 07.00, WIT rombongan bertolak menuju ruas jalan yang berlokasi di ruas jalan baru kampung Wundu – Purbalo, Sabtu (28/21).

Dalam kunjungannya Bupati Yuni yang merupakan alumni Angk. X Lemhanas RI mengatakan bahwa pembukaan jalan Purbalo merupakan bentuk lanjutan dari program pembukaan jalan oleh pemerintah sebelumnya. Hal itu merupakan komitmennya sebagai Kepala Daerah sekaligus janji anak daerah. Luas dan beratnya medan topografi memaksa pembangunan jalan terpaksa dilakukan bertahap.

Tepat di kaki gunung Purbalo Bupati menjumpai masyarakat dan tokoh adat serta Tokoh agama sambil bercengkrama menikmati keindahan alam yang masih alami.

“Untuk menjawab usulan masyarakat, Pemda telah menganggarkan dana untuk tahun 2021 untuk dianggarkan pada pembangunan jalan yang telah di rencanakan sepanjang 1,8 KM” bebernya. Di momen tersebut dirinya juga mengakui bahwa proyek tersebut sangat dibutuhkan karena dirinya adalah pelaku yang mengalami dan pernah merasakan susahnya berjalan sambil memikul dari kampung ke distrik kota.

“Ini merupakan program pemerintah prioritas tinggi. Itu karena jalan ini merupakan akses transportasi utama menuju kota Mulia untuk memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil bumi mereka sebaliknya barang pokok juga bisa masuk ke distrik dan kampung bersama dengan pelayanan publik” jelasnya. Terkait pelayanan, Bupati serius akan terus memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat dengan membenahi akses dan mempersiapkan tenaga dan jajaran ASNnya untuk siap terjun ke distrik.

Bupati menyampaikan bahwa saat ini sudah 7 km capaian ruas jalan dari Kota Mulia sampai ke jembatan darurat kampung Purbalo. Kendati demikian pihaknya menyebutkan masih menjumpai kendala untuk mencapai ke kampung Wundu harus melewati kali Yamo besar. Kali Yamo sendiri merupakan urat nadi kesuburan lembah Yamo sampai ke Muara mamberamo.

Ditemui saat memantau debit kali Yamo untuk perencanaan jembatan, Bupati menjanjikan kedepan jajarannya akan melakukan pembangunan jembatan permanen tahun depan agar dapat dilalui kendaraan bermuatan berat.

Bupati menyadari bahwa pembangunan bukan jalan sendiri tetapi membutuhkan pengawasan dan penjagaan eksternal untuk mengawal proses itu sampai tuntas. Bahkan sampai selesai hasil pembangunan itu tetap harus dijaga dari kerusakan dan resiko pemalangan. Salah seorang tokoh adat mengakui siap “pasang badan” untuk menjaga alat dan pekerja jika sewaktu-waktu ada pihak atau kelompok tertentu yang ingin mengganggu

Dirinya meminta agar masyarakat juga bisa menjaga alat dan pekerja yang bertugas. “Jika saya dengar sampai alat ada yang dirusak dengan sengaja maka pembangunan akan dihentikan. Tapi kalau masyarakat terus mendukung pembangunan, pemda akan terus meningkatkan program ini” tegasnya. Jajarannya. Soal keamanan pihaknya mengakui patut mengucap syukur bahwa Puncak Jaya telah aman selama 3 Tahun lamanya.

Bupati mengungkapkan kelompok masyarakat yang biasa mengganggu tidak akan berilah jika disentuh dengan pendekatan “kenyamanan” bukan pendekatan “keamanan”. Hal itu diungkapkan bahwa selain infrastruktur juga, Bupati melibatkan masyarakat dalam pembangunan dengan mengikutsertakan mereka dalam Ormas dan Organisasi binaan Pemda yakni seperti Satgas Amanah, LMA, Pepera, Kepala Dusun, Pemuda Pancasila, FPPJ, Forum peduli perempuan san sebagainya. Semata-mata agar keterlibatan dan keberpihakan OAP dalam pembangunan adalah hal dekat dan nyata serta kongkrit bagi mereka.

Menyoroti soal aktivitas keamanan yang cukup menonjol didaerahnya berapa bulan lalu, Bupati menghormati langkah dan mengakui bahwa hal itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab dari Komando atas adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Akan tetapi jika dilakukan secara represif menurutnya bukan menjadi jalan keluar masalah akan tetapi akan menambah masalah baru.

“Sampai kapan pun jika kekerasan dan penindakan masih terus dilakukan maka darah, luka, duka yang membekas akan jadi trauma bahkan balas dendam akan terus menerus terjadi disini, ditanah ini. Baik itu dendam dari mereka kepada institusi, maupun sebaliknya dendam institusi kepada kelompok. Jika memang ada pelanggaran maka harus dihukum sesuai UU dan hukum berlaku bukan dengan hukum rimba.” Jelas Bupati Yuni.

“Makanya saya terus melakukan koordinasi dan Komunikasi dengan aparat keamanan agar pendekatan harus lebih manusiawi dan humanis dengan pembangunan dan melibatkan mereka dalam pembangunan itu sendiri. “beber Bupati. Menurutnya dengan lahirnya Otsus Papua jilid II juga harus memperbaiki sudut pandang dan cara pandang aparat dan semua pihak berkepentingan terhadap orang Papua. Bupati menjelaskan bahwa keamanan adalah peran kolektif dan menjadi tanggung jawab yang bersama bukan segelintir orang saja. Karena menurutnya keamanan adalah produk akhir dari usaha persuasif, komunikatif dan kedekatan emosional antara berbagai elemen.

Bupati mengingatkan pesan Panglima TNI dan Kapolri beberapa bulan lalu di Hotel Rimba Jayapura bebrapa waktu lalu agar betul-betul membangun Papua dengan cara humanis. Pendekatan itulah yang diapresiasi oleh pemerintah pusat kepada Puncak Jaya hingga saat ini.

Tepat pukul 11.00 WIT rombongan kembali ke Mulia setelah sebelumnya menikmati wisata rimba bersama masyarakat. Ceria canda tawa serta swafoto bersama Bapak Bupati ditengah rutinitas menjadi pemandangan langka yang terlihat saat itu.

Berbagai ide dan pemikiran seorang Yuni Wonda mengalir deras bak arus Kali Yamo dalam melihat dan memberikan solusi bagi Puncak Jaya dari kacamata berbeda. Kualitas seorang “doktor” yang low profile baru akan muncul ketika membahas soal alam, orang Papua dan budayanya.

Menutup bincang hangat bersama Bupati dibawah pohon Ape, Bupati meminta agar setiap langkah institusi yang bersinggungan dengan masyarakat perlu ditimbang dan dipikirkan matang-matang, entoh yang menjadi korban ditengah-tengah adalah masyarakat itu sendiri.

#Prokompim PJ

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply