DI PASTIKAN TERKENA SERANGAN JANTUNG, JENAZAH SEORANG PENDAMPING KAMPUNG DIMAKAMKAN DI JAYAPURA

0

Pers Release No:057/HumasPJ/V/2020

Mulia- Sore hari kemarin RSUD Mulia Kabupaten Puncak Jaya sempat di hebohkan dengan meninggalnya salah seorang warga yang berprofesi sebagai Tenaga Ahli pendamping Dana Kampung yang mendadak terjatuh di rumahnya. Almarhum sempat dilarikan keluarga ke RSUD namun tidak tertolong, Selasa (12/5).

Korban Armansyah Sangaji (45) secara langsung oleh petugas medis mendapatkan pengecekan apakah ada indikasi Covid 19 yang menyebkan kematian atau ada penebab lain. Hasil rapid tes oleh petugas dinyatakan negatif, dan mengklarifikasi penyebab kematian Armansyah Sangadji bukan karena Covid-19 namun karena Serangan Jantung.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 yang menangani almarhum Hadi Nugroho mengatakan “Armansyah Sangadji meninggal karena serangan jantung, hasil Rapid Test negatif tidak ditemukan adanya covid 19 pada almarhum” ungkapnya.

“Armansyah terjatuh di toilet rumah sakit, ketika petugas RSUD Mulia datang Armansyah sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia” tambahnya.

Adapun protokol kesehatan juga di berlakukan terhadap jenazah Armansyah meskipun hasil Rapid Test negatif namun jenazah akan dikirim ke jayapura sesuai dengan protokol Covid-19 dan akan dimakamkan di tempat pemakaman umum. Sedangkan pengantar sebanyak 3 orang tetap harus mengkarantina diri selama 14 hari.

Saat dievakuasi ke bandara tampak puluhan warga dan rekan almarhum ikut mengantar ke Bandar Udara Mulia. Sampai di bandara hanya petugas dan pengantar yang diperbolehkan masuk dan wajib melalui bilik desinfektan.

Nampak petugas dengan pakaian APD lengkap mengangkut jenazah dari ambulan ke dalam kabin pesawat SAM air.

Mengantar kepergian alm. disaksikan oleh Bupati Puncak Jaya selaku Komandan Gugus Tugas Covid-19 PJ Yuni Wonda S.Sos, S.IP, MM, Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.KP, Kepala Dinas DPMK Yahya Wonerengga dan KTU Bandara Mulia, Purwanto serta pihak SAM Air.

Bupati menyampaikan bahwa “Hari ini kami ada kirim jenasah, yakni Armansyah Sangadji merupakan seorang TA pendamping kampung yang cukup lama mengabdi di Kabupaten Puncak Jaya kurang lebih selama 5 tahun, beliau ditemukan meninggal karena gagal jantung dan setelah melalui prosedur kesehatan oleh Direktur RSUD Mulia tidak memiliki sangkut paut dengan covid 19. Hal ini juga telah kami sampaikan ke pihak keluarga bahkan Bpk. Kapolda Papua” ungkap Bupati Yuni.

“Untuk itu di harapkan kepada seluruh masyarakat agar tidak boleh panik dengan pengiriman jenazah ini, karena kematian kapan saja bisa Tuhan Ambil sesuai dengan rencanaNya dan ini adalah hal biasa dan bisa terjadi pada siapa saja dan kepada keluarga yang di tinggalkan semoga diberi ketabahan dan kesabaran” tutup Bupati Yuni.

Bupati juga berharap kepada Forkopimda Papua dan pejabat di Papua serta masyarakat Puncak Jaya yang masih ada diluar daerah agar tidak percaya isu hoax terkait penyebab kematian almarhum karena covid-19 karena sudah diklarifikasi.

“Untuk masyarakat kami yang ada diluar, untuk situasi saat ini kita harus ikuti hasil keputusan Tim Gugus Covid-19 Provinsi Papua, oleha karena itu pesaway yang datang dan keluar dari Mulia kami tetap berlakukan karantina wilayah dan belum mengijinkan penumpang manusia untuk ikut. Terkait hari ini ada 3 penumpang khusus pengantar jenazah dan sudah ada diatur di keputusan kami.” Jelas Bupati.

Lebih jauh, Bupati menjabarkan bahwa Pemerintah dan gugus tugas serta instansi terkait masih tetap eksis dan terus memantau dan mengevaluasi petugas dan pelaksanaan karantina wilayah dan dirinya berharap kerjaaama ini tetap berjalan.

Menutup, statemennya Komandan Gugus tugas menyampaikan keadaan ODP 124 orang berkurang dari sebelumnya 147 orang. Adapun PDP masih nol. Pihaknya berharap jumlah ini terus menurun.

#HumasPJ

Share.

About Author

Leave A Reply