DANA DESA BELUM CAIR KARENA TUNGGU ADD, KADIN PMK BERIKAN PENJELASAN

0

Pers Release No: 107 /ProkompimPJ/VIII/2021

Mulia – Ditemui awak media selepas apel Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Irwan Tabuni, S.STP mengungkapkan progres pencairan Dana Desa Kabupaten Puncak Jaya Tahap I tinggal menunggu waktu.

Bupati Puncak Jaya dalam amanat Apel Gabungan menuturkan agar jajaran DPMK sudah mempersiapkan segala sesuatu agar Dana Kampung/Desa dicairkan dalam minggu-minggu ini.

Wabah Covid-19 menurutnya menjadi alasan keterlambatan pencairan yang biasanya sudah diselesaikan pada kuartal pertama. Irwan Tabuni mengungkapkan bahwa kendati Kabupaten Puncak Jaya saat ini berada di zona kuning penularan Covid-19, Dinas DPMK masih terus mendorong tahapan pencairan Dana Desa dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kendala dalam penyaluran dana desa TA 2021 (menurutnya) adalah menunggu transfer dari pusat. Hingga saat ini sudah masuk ke rekening desa atau RKUDES, namun terkendala lagi di Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD Puncak Jaya. DAU di kas belum ada sehingga belum dapat di cairkan, jadi masih menunggu” Ungkapnya. Irwan juga berharap bahwa tahapan tersebut sudah sesuai aturan termasuk proses pencairan memiliki tahapan dan ketentuan jelas dari pusat.

Kadin PMK menuturkan bahwa untuk urusan administrasi dari Kampung sudah tuntas. “Terkait dalam penyampaian Bupati tentang beberapa pekan lagi penyaluran dana desa di tempat apel, Dinas DPMK sudah mempersiapkan laporan pertanggungjawaban dari para Kepala Kampung dan surat pertanggung jawabannya dari Distrik dan hanya tinggal menunggu Dana Alokasi Umum” jelasnya. Pasalnya ADD (DAU) menyumbang porsi signifikan dalam komposisi Dana Desa nantinya

Secara rinci Irwan menjelaskan “Dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan No. 222 Tahun 2021 tentang dana transfer ke daerah dalam menangani Covid-19 kemudian Permendagri No. 18 Tahun 2020 tentang pengelolaan dana desa dan di pertegas lagi Peraturan Menteri Desa No. 13 Tahun 2021 tentang prioritas penggunaan dana desa, pertama tentang Covid-19 yang bersumber dari dana desa di alokasikan 8%. Adapun yang kedua adalah bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 300.000/bulan di salurkan 6 bulan, yang ketiga Padat Karya Tunai (PKT) Seperti membuat kebun, jalan desa, dan lain-lain yang sudah masuk dalam RAB” harapnya.

Menutup penjelasannya, Irwan juga menegaskan agar para kepala kampung sebagai pengguna anggaran dapat menggunakan dana desa sesuai dengan RAB yang telah diajukan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Puncak Jaya.

#Prokompim

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply