BUKA SIDANG KONFERENSI KLASIS MULIA KE X DAN KONFERENSI KLASIS KITELUK PERTAMA, BUPATI RESMIKAN RUMAH PASTORI

0

_Pers Release No : 100/PR/Humaspj/VII/2021_

Mulia- Berlangsung hikmat, Ibadah syukur dalam rangka pembukaan Konferensi Klasis Mulia Ke-X dan Konferensi Klasis Kiteluk Ke – I Tahun 2021 dihadiri jemaat GIDI dengan menerapkan Protokol Kesehatan, Rabu (28/07).

Pembukaan Konferensi dihadiri Sekjen BPP GIDI Pdt. Gandius Enumbi dan Wakil Bupati Deinas Geley, S.Sos, M.Si bersama Ketua Wilayah Yamo Pdt. Yason Wonda. Hadir pula Ketua Klasis Mulia Ev. Yosep Morib, S.Th, M.Th dan Wakil Ketua Klasis Mulia Pdt. Telius Wonda serta seluruh jemaat Gereja Emaus.

Dalam sambutannya, Bupati Yuni Wonda mengucapkan selamat datang kepada Sekjen BPP GIDI yang berkenan menjumpai jemaatnya di Wilayah Yamo. “Sesuai tema dalam (Lukas 19:10), AKUMI YETUT WONE KONENGGALEK KWARINABI NORAK (Mencari Jiwa Kepada Tuhan) bahwa misi GIDI yaitu mencari dan menyelamatkan umat dan setiap pemimpin di Pemda, DPRD, gereja dimanapun ia berada. Agar setiap tutur kata kita harus ada hikmah hasil yang kita peroleh sesuai dengan misi GIDI” Tutur Yuni.

“Wilayah Yamo adalah barometer buat GIDI. Wilayah Yamo hanya satu tapi kekuatannya luar biasa, karenanya saya bangga menjadi warga dan kader GIDI wilayah Yamo. Saya minta semua kader harus punya semangat. Mengambil bagian baik sebagai Pemerintah dan Gereja misinya sama yaitu bagaimana kita harus melayani masyarakat” jelasnya.

Bupati Yuni Wonda mengatakan bahwa pejabat publik yang diangkatnya harus memiliki peran dan pengaruh kuat dalam kegiatan spiritual. “Seluruh pejabat yang saya lantik harus jelas gerejanya dimana, supaya masyarakat tahu pimpinannya ikut turut membantu dalam gereja. Ada berkat sedikit bisa sisihkan buat gereja dan persembahan untuk Tuhan” singkatnya.

Dalam kepemimpinannya, Bupati Puncak Jaya tidak ingin menempatkan pejabat hanya dilihat dari kompetensi dan kemampuan sebagai pejabat pemerintahan saja, namun juga harus memiliki kedekatan dalam kelompok maupun agamanya. Diharapkan pelayanan yang diberikan nantinya akan paripurna.

Kepada generasi muda GIDI, Bupati berpesan agar harus memikirkan pelayanan. “Jangan sekali-kali ijasah buat melamar pekerjaan dan buat berpolitik, saya melarang keras. Jika semua masuk ke pemerintahan dan politik, maka siapa yang mengurus gereja?” singgung Bupati.

Dirinya menambahkan bahwa berkat Tuhan (kesejahteraan dan kemakmuran) pasti akan datang kepada hamba yang melayani dengan sepenuh hati. Bupati menegaskan bahwa jika ada hamba Tuhan dari sekolah Alkitab yang tidak mau ditugaskan atau kabur dalam tugas, maka gereja harus evaluasi dan coret dari daftar jika masih kepala batu.

Diakhir sambutan, Bupati berharap gereja dan pemerintah harus bekerja sama bersinergi tanpa memandang fisik, kulit dan golongan maupun latar belakang. “Sekarang semua yang ada disini, semua umat Tuhan harus bekerjasama membangun Puncak Jaya yang aman, mandiri dan sejahtera.” tutup Bupati dengan pemukulan Tifa tanda dibukanya konferensi.

Selepas pembukaan konferensi, Bupati Puncak Jaya meresmikan Rumah Pastori bagi pelayan Jemaat GIDI Emaus Mulia yang ditandai pengguntingan pita serta penyerahan kunci kepada Ketua Klasis Mulia Pdt. Yosep Morib, M. Th. Diharapkan dengan kehadiran rumah Pastori, pelayanan kepada jemaat akan lebih maksimal.

#Humaspj

Share.

About Author

Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Puncak Jaya. Instagram : @arfan_febriyan

Leave A Reply