BERI MATERI KE 2 LATSAR, BUPATI YUNI SAMPAIKAN PERAN KEBIJAKAN BANGUN PUNCAK JAYA

0

Pers Release No:050/HumasPJ/IV/2021

Mulia- Memasuki minggu ke 2 bagi Latsar CPNS 2013 Formasi Umum, semangat dan antusias para peserta latsar meningkat di dua lokasi berbeda yakni SMP Negeri 1 Mulia dan Gedung Olahraga PBSI Pruleme, Kamis (8/4).

Hadir mendampingi Bupati, selaku moderator Kepala BKPPD Christomus Barguna, SE, M. Si di meja Widyaiswara. Kuliah umum tersebut merupakan materi kedua setelah sebelumnya membawakan materi terkait Organisasi.

Materi ke dua yang dibawakan dengan judul ‘Kebijakan Pemerintah PuncakJaya’, Bupati Puncak jaya Dr. Yuni wonda, S.Sos, S. IP, MM memaparkan “Kebijakan berbeda dengan peraturan dan hukum, hukum dapat memaksakan atau melarang suatu perilaku. Sedangkan kebijakan sangat dinamis dan menjadi pedoman tindakan atau tidak bertindak untuk memperoleh hasil yang diinginkan (Orientasi hasil). Misalnya kebijakan Pemerintah Daerah terhadap dinamika perjuangan Organisasi Papua Merdeka di Kabupaten Puncak Jaya.” Ungkapnya. Bupati mengungkapkan terkadang antara aturan dan kebijakan tidak, berjalan seiring kembali ke “sang pemimpin” tersebut.

Perlu diketahui bahwa Judul tesis kebijakan terhadap dinamika perjuangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah mengantarkan Bupati Yuni meraih gelar Doktor di UNCEN beberapa waktu lalu. Judul yang, sangat sensitif bagi orang awam.

Menurut Bupati Yuni, sehebat apapun sistem demokrasi, jika sistim politiknya tidak mampu mengembangkan kebijakan publik yang unggul, maka hal itu tidak akan ada gunanya. “Untuk menjadi seorang pemimpin wajib mengambil keputusan, serta memperhatikan dampak dari keputusan tersebut. Seorang pemimpin juga harus tau membedakan keinginan masyarakat serta pandai mengambil kebijakan dalam bentuk program, dan membangun sesuai dengan keinginan masyarakat” jelas Bupati.

Dalam paparannya Bupati menyampaikan hal penting bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi mampu membentuk serta merekrut anak-anak asli Papua untuk ikut terlibat dalam membangun daerah Puncak Jaya.

Bupati dalam paparannya menyebutkan beberapa capaian *Visi Misi Aman, Mandiri dan sejahtera atau “Amanah” 2017-2022* yang telah membuahkan hasil. Diantaranya Misi menciptakan keamanan di Wilayah Puncak Jaya bukan “sekedar isapan jempol” belaka.

Dari data, tampak tingkat gangguan keamanan dari GSPB yang menurun drastis ke angka nol (zero case) dari 2020 yakni dalam 2 tahun terakhir. Faktanya dalam kurun 2019-2020 beberapa kelompok telah menyerahkan 2 pucuk senjata api ke Pemerintah dan menyatakan diri kembali ke NKRI berlangsung dilapangan terbuka.

Selain itu pencapaian misi kelima yakni “Menyelenggarakan Pemerintahan yang baik dan bersih” dibuktikan dengan perolehan beberapa penghargaan diantaranya : Double throphy (Penghargaan penyalur iuran BPJS Terbaik dan Penyalur dana desa terbaik di tahun 2019), Opini WTP dari BPK dan penghargaan salah satu kabupaten terbaik atas LHP LKPD dari Menteri keuangan RI, Penyerahan SK CPNS 2018 tercepat (4 bulan) dan pembukaan kembali kuota CPNS 2013 yang sudah disuntik mati, dsb.

“Formasi 2018 juga kita perdana test CAT yang dibuka dan disaksikan Kepala BKN, jadi kita tidak ketinggalan dengan kota bahkan lebih baik dibanding daerah lain. Bahkan Prajab dan Latsar ini juga kita perdana di Papua” bangga Yuni diikuti tepukan peserta. Selain itu peningkatan kualitas ASN juga terlihat dari pengiriman pejabat untuk mengikuti Dikpim IV, III, dan II bahkan dirinya yang telah mengikuti Lemhanas RI.

Dalam penataan wilayah, dalam kepemimpinannya Bupati telah menghasilkan kebijakan memekarkan 1 distrik (Wuyuneri) dan 3 kelurahan baru serta beberapa OPD baru yang dianggap mampu menjawab penambahan alokasi CPNS yang baru. “Jadi adik-adik sekalian harus siap dilempar kedistrik, puskesmas, dan kelurahan terpencil untuk melayani” jelasnya.

Terkait kemandirian masyarakat yang masih bergantung pada Pemda, dirinya melihat pokok permasalahan utamanya kembali ke soal keamanan. Jika “PR keamanan” ini selesai, maka jangankan untuk mengurangi ketergantungan dengan kemandirian, bahkan sarana prasarana Puncak Jaya bisa dibangunnya melebihi daerah lain asal tidak berakhir dibakar atau diganggu oleh OPM.

Bupati menyebutkan untuk “mengajarkan” terapy kemandirian bagi masyarakatnya perlu sedikit kesabaran dan pendampingan. Dengan potensi alam yang ada, terbukti bahwa masyarakat asli juga dapat mengolah lahan menjadi produktif. Bahkan hasil bumi dapat dijual kepasar. Kedepan upaya mengurangi ketergantungan masih menjadi target selanjutnya. Untuk itu proyek monumental mengatasi keterisolasian telah dijawabnya dengan pembangunan Jalan Mulia-Yamo-Dokome dan Mulia – Panggelobaga-Nowome.

Dari semua pencapaian, dirinya berharap generasi anak-anak asli papua khususnya Puncak Jaya dapat tampil percaya diri. “Hasil test CPNS 2018 kemarin, hasil keluar bahwa nilai anak putra, daerah hampir sama dengan saudara kita dari luar. Jadi jangan minder” Ujarnya.

Bupati juga dalam Misinya berusaha mendorong kesejahteraan lewat pendidikan, kesehatan dan perekonomian masyarakat. Upaya itu diantaranya dengan pemberian bantuan beasiswa Mahasiswa asal Puncak Jaya, Tugas belajar bagi Mahasiswa DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes, dsb.

Dalam pemaparan, Bupati Yuni nampak mengajak diskusi tanya jawab dengan peserta yang berjumlah 120 orang tersebut. Pembahasan dinamis nampak dari lempar tanya jawab yang di kupas habis Dr. Yuni Wonda.

Menutup materi yang dibawakan Bupati Yuni menambahkan “Sebagai seorang pemimpin tidak berada diruang kosong, harus rajin meninjau langsung kondisi dilapangan, jangan tunggu laporan. Harus melihat potensi yang unggul dikalangan masyarakat sehingga hal tersebut dapat bernilai manfaat” tutup Yuni.

Dalam diskusi itu, salah seorang peserta mengungkapkan terima kasihnya karena Bupati telah memperjuangkan nasib mereka yang tergantung selama 8 tahun lamanya.

#HumasPJ

Share.

About Author

Staf Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Puncak Jaya

Leave A Reply