BANGUN JEJARING SOSIAL, BUPATI PUNCAK JAYA LAKUKAN PENANDATANGANAN NPHD BERSAMA LEMBAGA KEAGAMAAN

0

Pers Release No: 055/HumasPJ/V/2020

Mulia- Penandatanganan NPHD yang dipimpin langsung oleh Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.Ip, MM yang di hadiri oleh Plh. Sekda Mulyadi, S.Sos, M.AP, M.KP, Kapolres Puncak Jaya AKBP Mikael Suradal, MM, Dandim 1714/PJ Letkol Inf. Agus Sunaryo, Para Kepala OPD, serta Tokoh Agama yang berlangsung diteras Kantor Bupati Puncak Jaya, Rabu (6/5).

Seperti yang diketahui bahwa pasien terdampak Covid-19 telah mencapai 12 ribu jiwa, maka dari itu Bupati Puncak Jaya terus mengingatkan dan menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap penularan Covid 19.

Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, S.Sos, S.Ip, MM dalam arahannya menyampaikan “Kita harus mengakui bahwa covid-19 belum berakhir, jadi apa yang telah diputuskan oleh provinsi kita harus mengikuti dengan melaksanakan keputusan tersebut” ungkap Bupati Yuni.

Masyarakat menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah atas langkah-langkah yang telah diambil untuk mencegah penularan covid-19 di Kabupaten Puncak Jaya.

Terkait hasil Rapid Test yang menjadi pro dan kontra membuat munculnya kesalah pahaman yang terjadi antara Tenaga Medis dan masyarakat, membuat kita harus benar-benar memberi penjelasan yang baik dan mudah di mengerti oleh masyarakat agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Dalam arahannya Bupati Puncak Jaya menyampaikan “Berkaitan dengan tenaga medis yang sangat rentan terkena penyakit ini, sebagai masyarakat kita harus paham bahwa tindakan yang dilakukan oleh petugas kesehatan adalah yang terbaik untuk kita semua. Dengan adanya prediksi perkembangan covid-19 untuk 3 bulan kedepan kita harus tetap waspada serta melindungi diri” ungkap Bupati Yuni.

Adapun bantuan Dana Hibah 1,5 milyar yang telah terbagi untuk beberapa instansi yang telah menerima bantuan ini adalah semata-mata demi memperkuat jejaring sosial, agar semua elemen dapat mengambil tanggungjawab dan ikut terlibat untuk bersama-sama menyelesaikan masalah yang terjadi saat ini.

Bupati Puncak Jaya juga mengungkapkan “Di dalam perubahan anggaran, adanya pengurangan sebanyak 152 milyar berkurang ini semua berpusat dari Jakarta. Oleh karena itu akan sulit untuk menjalankan situasi kedepannya, namun sebagai Abdi Negara kita harus tetap optimis terhadap Pembangunan Daerah bagaimanapun situasinya kita tetap melakukan yang terbaik” ungkap Bupati Yuni.

“Setelah adanya karantina wilayah kita harus melihat perkembangan perekonomian, banyaknya pemalangan yang di alami oleh supir lajuran juga menjadi masalah yang harus segera di selesaikan. Kita akan melakukan lajuran kedua, dan akan melakukan penambahan karena adanya permintaan dari ILU” tutup Bupati.

dr. Muhamad Nasir Ruki,S.Si, M.Kes.Apt. Sp.GK selaku Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Puncak Jaya mengatakan “Kasus covid-19 di Papua terjadi peningkatan termaksud di Puncak Jaya. Adapun odp yang tercatat sebanyak 176 orang, namun setelah dilakukan pengurangan odp yang ada saat ini 143, namun ini masih sebatas hasil rapit test yang positif. Apabila telah ditemukan hasil swab yg positif maka itu akan menjadi sebuah ancaman untuk kita semua. Odp yang negatif kita telah menganjurkan untuk melakukan isolasi di rumah. Semua odp yang positif kita telah mengarahkan ke gedung putih untuk melakukan isolasi” ungkap dr. Nasir.

Dalam akhir kegiatan tersebut Bupati Puncak Jaya secara tegas menyampaikan kepada jajarannya untuk tetap menjaga kebijakan Pimpinan Daerah agar kapanpun siap di pergunakan gedungnya jika sewaktu-waktu diperlukan ruang isolasi.

#HumasPJ

Share.

About Author

Leave A Reply